Rumah Sakit Turunkan Tarif Tes PCR

154
Plt Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang (Inside Lombok/istimewa)
4 7
Plt Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang (Inside Lombok/istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, tarif tes swab PCR sudah diturunkan. Di mana sebelumnya, tarif swab PCR sebesar Rp900 ribu menjadi Rp 525 ribu.

Hal itu disampaikan Plt Dirktur RSUD Kota Mataram, Lalu Martawang Senin (23/8) di Mataram. Ia mengatakan, penurunan tarif PCR ini mengikuti aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat. Sebagai rumah sakit pemerintah daerah, aturan tersebut harus diikuti.

“Tarif PCR sudah kita turunkan menjadi Rp 525 ribu sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian kesehatan RI,” kata Martawang.

Penurunan tarif ini dilakukan karena harga beberapa komponen PCR sudah mulai terjadi penurunan. Sehingga dengan kondisi tersebut, harga PCR juga ikut disesuaikan. Penurunan tarif PCR di RSUD Kota Mataram sudah diberlakukan sejak pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan tersebut yaitu pada tanggal 17 Agustus lalu.

“Jadi kami mengikuti sesuai apa yang diperintahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan rumah sakit umum daerah Kota Mataram yang melaksanakan salah satu pelayanan PCR,” ungkapnya.

Penurunan ini lanjut Martawang hanya dilakukan di RSUD Kota Mataram sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah. Sedangkan penurunan tarif PCR di rumah sakit swasta belum diketahui secara pasti.

“Kalau swasta urusan masing- masing kalau di RSUD Kota Mataram diterapkan sejak pemerintah mulai menerapkannya,” katanya.

Penurunan tarif ini kata Martawang berimbas terhadap pendapatan rumah sakit. Namun terkait kerugian yang dialami, dia tidak menyebutkannya secara dengan jelas.

“Jangan tanya saya rugi saya berapa,” katanya.

Selain menurunkan biaya PCR, RSUD Kota Mataram juga kembali membuka pelayanan PCR bagi masyarakat umum. Di mana sebelumnya, pelayanan PCR untuk masyarakat di RSUD Kota Mataram sudah ditutup. Hal ini untuk membatasi mobilitas masyarakat. Namun karena Kota Mataram sudah turun level, pelayanan PCR Kembali dibuka.

“Jadi saya informasikan pelayanan PCR sudah dibuka bagi siapapun yang membutuhkan. Kan salah satu yang menjadi indicator waktu level empat itu kan mengurangi mobilitas. Nah mobilitas itu didorong oleh PCR itu. Karena setiap orang yang akan melakukan perjalanan harus PCR hasil negative,” ujar Martawang.