Sambut MotoGP, Desa Wisata di Lobar Didorong Siapkan Homestay Berbasis Warga

40
Kadispar Lobar, H. Saepul Akhkam, saat rapat dengan para pengelola desa wisata, akhir pekan kemarin. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Untuk mengantisipasi kekurangan penginapan bagi para penonton MotoGP, Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar dorong desa wisata yang ada untuk menyiapkan homestay berbasis warga.

“Ini bisa jadi alternatif jangka pendek untuk menjawab kekhawatiran soal jumlah kamar yang masih banyak kurang. Terutama selama musim MotoGP besok,” kata Kadispar Lobar, H. Saepul Akhkam saat mendiskusikan itu bersama para pengelola desa wisata, akhir pekan kemarin.

Ia menyebut, upaya itu dilakukan untuk menunjukkan kerja nyata guna mendukung ajang balapan kelas dunia tersebut. Saat ini pun pihaknya bersama desa wisata yang ada tengah memulai berbagai persiapan. Sembari menunggu desa-desa lainnya yang juga berminat untuk mendapatkan pendampingan. Supaya wisata di Lombok Barat juga bisa memanfaatkan peluang ini untuk promosi.

“Antisipasi jangka pendek ini akan kita upayakan bisa berkelanjutan, karena event semacam ini, atau event taraf nasional lainnya tidak hanya sekali,” imbuh dia.

Dengan begitu, perputaran ekonomi diharapkan bisa merata dan tidak hanya berputar di satu tempat saja. Tetapi bagaimana event sekelas MotoGP dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang lebih luas. Khususnya melalui penyediaan fasilitas akomodasi, pengemasan atraksi, pengenalan kuliner, hingga berbagai bentuk ekonomi kreatif lainnya.

“Di sini kita tidak berbicara retribusi daerah, tidak bicara tentang PAD. Tapi kita bicara bagaimana agar multiplier effect ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Upaya Dispar untuk mempererat sinergi, sekaligus menggencarkan promosi desa wisata di Lobar, diapresiasi oleh para pengelola desa wisata. Terlepas dari kesiapan yang masih ada saat ini. Namun mereka mengaku optimis dan semangat untuk bisa bersama mewujudkan rencana tersebut.

“Untuk bisa memanfaatkan momentum ini, tentu kami sangat siap untuk mendapatkan pendampingan,” ujar Kades Sesaot, Yuni Hari Seni.

Ia pun mengaku warga di desa wisata Sesaot memberi respon yang cukup baik dan mendukung bila rumah-rumah mereka dijadikan homestay bagi para wisatawan. Karena sebelumnya pun, disebutnya rumah warga di sana pernah dimanfaatkan untuk hal serupa.

“Kemarin ada kegiatan dan wisatawan menginap di rumah warga, ternyata ada manfaat besar yang bisa dirasakan warga,” pungkasnya. (yud)