Sapi yang Terjangkit PMK Masih Aman Dikonsumsi

28
Ilustrasi konsumsi daging (Image source : halodoc)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Maraknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi yang disebabkan oleh virus diharapkan tidak membuat panik masyarakat. Pasalnya, meski terjangkit PMK, dagin ternak seperti sapi tetap aman dikonsumsi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Lotim, Drh. Hultatang menjelaskan bahwa sapi yang terserang PMK tidak berpengaruh pada daging ternak itu sendiri, sehingga dagingnya masih aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Karena virusnya dalam kategori Kesmavet dan virus bisa mati pada daging jika sudah dimasak,” ucapnya saat ditemui di Kantor Disnakeswan Lotim, Kamis (19/05).

Berbagai produksi yang berasal dari sapi baik itu daging, susu, kulit maupun lainnya masih dapat dikonsumsi meskipun sapi terserang PMK. Sehingga hal itu tidak menjadi masalah terhadap ketersediaan daging bagi masyarakat, khususnya di Lotim.

“Dagingnya masih aman dikonsumsi. Intinya harus dimasak, jangan dimakan mentah,” tuturnya.

Hultatang mengatakan virus yang menyerang ternak tersebut umumnya menimbulkan gejala berupa penyakit mulut yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air liur dan penyakit kaki yakni pada kukunya.

“PMK ini sama dengan penyakit BF pada sapi, tapi PMK ini dapat menyebabkan sapi begitu merasa sangat sakit dan PMK ini biasanya sembuh lebih lama, yakni kurang lebih satu minggu,” pungkasnya. (den)