Satgas Covid-19 Kota Mataram Optimistis Herd Imunity Bisa Terbentuk September Ini

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Cakupan vaksinasi di Kota Mataram saat ini sudah mencapai 62,63 persen. Dengan capaian ini, Satgas Covid 19 Kota Mataram optimis pada September ini herd imunity akan terbentuk dengan capaian vaksinasi sebesar 70 persen.

“Kita optimis 70 persen September ini. Kita malah kemarin Agustus perintahnya pak walikota. Kesiapan nakes kan sangat-sangat siap dan dengan stok vaksin yang tidak ada masalah,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa Jum’at (3/9) di Mataram.

Ia mengatakan, saat ini sosialisasi vaksin masih tetap digencarkan oleh semua pihak. Ini sebagai langkah pemda untuk mengajak masyarakat di Kota Mataram mau divaksin. “Sosialisasi dengan pelibatan Satgas Kelurahan dan kecamatan. Mereka bergerak untuk menjaring masyarakat kita yang belum divaksin,” katanya.

Untuk bisa mencapai herd imunity ini kata Nyoman, ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan. Misalnya, sasaran vaksinasi yang memiliki komorbid atau tidak lolos screening oleh tenaga kesehatan.

“Ada masyarakat yang masuk ke angka-angka absolut ini. Misalnya itu berusia lanjut, masyarakat yang komorbid. Ini persoalan kita memang,” ujarnya.

Capaian vaksinasi saat ini juga disumbang oleh vaksinasi massa yang digelar oleh lembaga-lembaga swasta atau pemerintah lainnya. Misalnya perbankan, TNI/POLRI dan sebagainya. “Langkah-langkah serbuan vaksin sangat efektif. Itu dilakukan di beberapa tempat,” katanya.

Satgas Covid-19 Kota Mataram juga mengajak komunitas agar bisa menggelar vaksinasi massal. Sehingga masyarakat yang membutuhkan vaksin tidak hanya mengandalkan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.

“Kan ini terus kita gugah. Ayo para komunitas. Jangan hanya harapkan pemerintah semata,” ujar Nyoman.

Untuk diketahui, capaian vaksin Covid-19 Kota Mataram yaitu sebesar 62.63 persen untuk tahap pertama atau sebanyak 197.664 jiwa. Sedangkan untuk tahap kedua sebesar 39,17 atau sebanyak 123.612 jiwa.