Satpol PP Mulai Rutin Gerebek Siswa Bolos Sekolah

83
Sejumlah siswa dibubarkan karena tidak langsung pulang ke rumah. (Inside Lombok/Satpol PP Kota Mataram)

Mataram (Inside Lombok) – Sebagai langkah antisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram menyisir siswa yang bolos sekolah. Dari kegiatan yang dilakukan, pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong para siswa, terutama tingkat SMA/SMK.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi mengatakan penyisiran anak-anak sekolah ini karena berpotensi terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Diduga, pada saat berkumpul mereka membangun solidaritas dan dikhawatirkan mengarah ke hal-hal yang negatif.

“Banyak ini anak-anak. Ada yang bolos, dan kedua waktu pulang sekolah tidak langsung pulang. Kenapa kita lakukan penyisiran sedikit massif, karena ini potensi kamtibmas. Ketika mereka berkumpul dan membangun solidaritas,” katanya.

Ia mencontohkan, beberapa kasus kamtibmas terjadi seperti perkelahian antara anak-anak SMA di jalan baru Taliwang diduga berawal dari kumpul-kumpul. “Anak-anak SMA yang balap lari. Ini biasanya terjadi di atas jam 11. Yang sering kita pantau juga di Jalan Kerinci,” ungkapnya.

Saat ini lanjut Irwan, Satpol PP hanya membubarkan para siswa yang nongkrong pada jam sekolah atau tidak langsung pulang ke rumah. Namun ke depan, jika hal ini masih sering ditemukan maka akan diamankan dan kemudian pemanggilan orang tua.

Penanganan anak yang bolos sekolah ini sebagai sanksi administratif dengan tujuan memberikan efek jera kepada para peserta didik. Sehingga diharapkan tidak terulang kembali.

“Kita akan angkut dan mengambil pernyataan diri mereka. Kalau mereka ulangi orang tuanya kita panggil,” katanya.

Untuk sementara, Satpol PP Kota Mataram hanya berkoordinasi dengan kepala sekolah bersangkutan untuk memberikan teguran kepada para siswa. Lokasi-lokasi rawan yang dijadikan sebagai tempat nongkrong pada jam sekolah yaitu RTH Pagutan, Udayana, Selagalas serta beberapa tempat wisata di Kota Mataram.

“Ini nanti rutin. Ini memang patroli rutin kita dan kita juga menyikapi beberapa aduan masyarakat,” tegasnya. Khusus pada hari Jumat, sambung Irwan, sejumlah kawasan di Udayana kerap dijadikan sebagai tempat nongkrong oleh para siswa tersebut. “Ini yang paling sering masuk laporan masyarakat,” pungkasnya. (azm)