Sebanyak 1.834 PMI Lotim Pulang Kampung Saat Pandemi Covid-19

Kadis Disnakertrans Supardi saat ditemui di Kantor Disnasker, Rabu (01/04/2020).(Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Timur berdasarkan data dari Sisko TKLN mencatat sebanyak 1.834 Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) pulang kampung ke Lombok Timur ditengah pandemi covid-19.

Diungkapkan Kepala Disnakertrans, Supardi menuturkan dari jumlah PMI yang pulang ini sebagian besar dikarenakan habis kontrak. Dari data yang didapatkan di Sisko TKLN, mereka merupakan PMI yang berstatus legal.

“Sebanyak 1.690 merukapan PMI yang pulang dari malaysia”, ujarnya, di Selong, Rabu (01/04/2020)

Dari 1.834 PMI yang pulang kampung, paling banyak didominasi PMI yang kerja di Malaysia. Yaitu sebanyak 1.690 orang. Sisanya merupakan PMI yang kerja di Taiwan, Hongkong, Brunai Darussalam, Singapura, Saudi Arabia, Jepang, Bahrain, Oman, Kuwait, dan UEA.

“Data yang kami catat di Disnakertrans Lotim merupakan data dari bulan Nanuari sampai tanggal 31 Maret 2020”, jelasnya.

Ia mengatakan bahwa semua PMI yang sudah sampai ke NTB sudah dilakukan pemeriksaan ketat di bandara. Namun tak cukup sampai disitu, para PMI yang pulang harus dilaporkan ke Puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut dan disarankan isolasi mandiri di rumahnya.

Mulai tanggal 1 April 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lotim akan membuat tiga posko pada pintu-pintu masuk, termasuk di Pelabuhan. Sehingga para PMI yang pulang akan diperiksa kesehatan lebih lanjut dan PMI yang punya gejala akan dikarantina selama 14 hari di Rusunawa Kayangan.

Supardi berharap supaya masyarakat mematuhi imbauan dari Pemerintah agar dapat meminimalisir sebaran covid-19. Selain itu, masyarakat diharapkan berani dan jujur untuk melaporkan warganya ke puskesmas. Terutama yang baru pulang dari luar negeri maupun luar daerah untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut.