Home Berita Utama Sejumlah Pendaki Lakukan Aksi Dugem di Bukit Savana Propok

Sejumlah Pendaki Lakukan Aksi Dugem di Bukit Savana Propok

Aksi dugem yang terjadi di Bukit Savana Propok, Minggu (01/08/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Video pendaki dugem di Savana Propok mendadak viral di media sosial. Pokdarwis menilai aksi tersebut mencoreng nama baik destinasi dan nama baik para pencinta ketinggian.

Royal Sembahulun yang tergabung dalam Asosiasi Pokdarwis Lotim mengatakan, ia sangat menyayangkan aksi yang diakukan oleh sekelompok pendaki Savana Propok yang terjadi pada malam Minggu (01/08/2020) lalu.

“Ini jelas mencoreng mama baik para pencinta ketinggian yang sejatinya datang untuk menikmati suasana hening yang disediakan alam,” ujar Royal.

Menurut keterangan pengelola yang bertugas pada malam itu di lokasi kejadian, aksi joget tersebut terjadi spontan dan tidak direncanakan. Kejadian bermula adanya aksi sekelompok pendaki yang menyalakan lampu HP ke atas kemudian diiringi musik dan nyanyian Indonesia Raya.

“Hal tersebut membuat pendaki lainya terpancing untuk melakukan hal yang sama sehingga menggerakkan banyak orang untuk berkumpul yang kebetulan lokasi tendanya berdekatan satu sama lainya,” jelas Royal

Royal menegaskan bahwa aksi tersebut spontan dan tidak ada pesta miras. Pergerakan para pendaki begitu cepat membuat para petugas kewalahan untuk memberhentikan aksi tersebut. Dan juga jumlah petugas yang sangat minim hanya berjumlah tujuh orang.

“Butuh waktu 1,5 jam bagi kami yang bertugas untuk kumpul di lokasi kejadian kemudian melakukan imbauan dan memberhentikan keramaian tersebut, ā€¯imbuhnya.

Royal mengatakan atas kejadian tersebut pihak Pokdarwis dan BTNGR akan segera melakukan investigasi para pengunjung yang memicu adanya aksi tersebut.

“Dua orang teridentifikasi dari hasil investigasi yang diduga sebagai pemicu dalam aksi tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Ketua Pokdarwis Savana Propok, Candra Susanto mengatakan dari dugaan sementara ada dua orang yang teridentifikasi pemicu aksi tersebut dan akan diinvestigasi lebih lanjut.

“Kita akan melakukan investigasi dengan pihak BTNGR. Jika terbukti maka akan diblacklist secara tertulis,” ucapnya.

Lanjutnya, aksi yang terjadi tersebut sudah dilaporkan kepada pihak BTNGR, dan akan segera dilakukan investigasi lebih lanjut.

Royal Sembahulun berharap agar setiap wisatawan yang mendaki di perbukitan atau yang melakukan camping di areal pegunungan di kawasan Lombok Timur. Agar mengikuti aturan yang sudah ada di masing-masing obyek wisata.

“Hal ini penting agar aksi kita tidak mengganggu ketenangan dan kenyamanan pendaki lain serta tidak mengganggu satwa yang ada di sekitar mereka,” pungkasnya.