Selain untuk Zero Waste, Sampah Daur Ulang juga Menghasilkan Rupiah

78
Bupati dan Sekda Lombok Barat, saat meninjau alat pengolah sampah di TPS-3R di Pancoras, Montong Are, Kediri. Rabu (07/10/2020). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah 3R (TPS-3R). Yakni tempat pembuangan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau mengurangi, menggunakan kembali dan daur ulang. Ini sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk menuntaskan permasalahan sampah.

Hari ini, Rabu (07/10/2020) Pemerintah Lombok Barat meresmikan dua TPS-3R KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yakni di Pancor Mas, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri dan Desa Gapuk Mandiri, Kecamatan Gerung.

“Ini sebagai upaya kita untuk memecahkan permasalahan sampah yang ada di Lombok Barat” kata H. Fauzan Khalid, Bupati Lobar, dalam acara peresmian tersbeut, di Montong Are, Kediri. Rabu (07/10/2020)

Dirinya menyebut bahwa permasalahan mengenai sampah ini juga sumbernya dari masyarakat itu sendiri.

“Permasalahan sampah ini sebenarnya bersumber dari masyarakat juga yang masih gemar membuang sampah pada sungai dan selokan atau buang sampah sembarangan” imbuhnya.

Sehingga Pemda terus berupaya mendorong kesadaran masyarakat mengenai pendisiplinan kebersihan ini, salah satunya melalui pembangunan TPS-3R ini. Dan peran serta tokoh masyarakat, kelompok swadaya masyarakat, maupun pemerintah untuk dapat saling bersinergi membentuk kesadaran untuk memecahkan persoalan sampah ini.

Ini juga sebagai salah satu upaya dalam mendukung gerakan zero waste di NTB, khususnya Lombok Barat. Adanya TPS-3R ini kata Fauzan, diharapkan dapat juga membantu perekonomian masyarakat sekitar. Dari nilai ekonomis sampah yang sudah didaur ulang.

“Itu nanti kan pendapatannya bisa dari hasil pengomposan, daur ulang, sampai dengan mengubah sampah menjadi kerajinan-kerajinan yang tentu memiliki harga jual” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana dan Pemukiman Provinsi NTB, Aprilia Leli Nirmana. Dirinya mengakui bahwa pembangunan TPS-3R di dua desa di Lombok Barat ini justru lebih cepat dari perencanaan.

“Ternyata ini selesainya bisa lebih cepat dari jadwal, dan hasilnya sudah bisa dipertanggungjawabkan, baik secara fisik bangunan maupun secara administrasi” papar Leli.

TPS-3R di Lobar, yang diresmikan hari ini, disebut Leli, bahwa pembangunannya dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 600 juta per satu unit TPS-3R nya.

Adanya TPS-3R ini dinilai Camat Kediri, Hermansyah, dapat membantu mengurai permasalahan tumpukan sampah di Kediri yang masyarakatnya terbilang padat. Sehingga volume sampah pun tentu turut meningkat. Sehingga pengurangan volume sampah tentu menjadi suatu hal yang penting.

“Nanti kan sampah-sampah rumah tangga itu akan dijemput oleh petugas, baru kemudian dilakukan pengolahan sesuai dengan jenis sampahnya. Dan hasil pengolahannya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat” papar camat kediri ini.