Semangat NKRI Harga Mati dan Pedagang Bendera Jelang Hari Merdeka

66
Mulyana saat melayani pembeli bendera (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 77, penjual bendera merah putih dan umbul-umbul di Lombok Tengah (Loteng) menjamur terlihat di sejumlah tempat di kota Praya.

Salah satu pedagang pernak pernik merah putih asal Bandung, Mulyana (45) menuturkan menjelang hari kemerdekaan, sejak tahun 2008 ia bersama teman-temannya selalu datang ke Lombok menjual bendera dan pernak pernik untuk memeriahkan peringatan HUT RI.

“Iya setiap tahun menjelang hari kemerdekaan saya selalu datang ke Lombok menjual bendera merah putih dan umbul-umbul,” katanya saat ditemui di Praya Senin (8/8/2022).

Mulyana sengaja memilih berjualan di Lombok karena sudah sering datang. Selain itu, menurut Mulyana pembeli bendera merah putih di Lombok cukup banyak dari berbagai instansi pemerintah dan sekolah.

“Biasanya dari tanggal 16 Juli sampai 16 Agustus itu mulai jualan, yang beli kebanyakan dari kantor pemerintahan dan sekolah. Biasanya beli perlusin, kalau yang beli untuk dipakai rumah palingan hanya beli satuan saja,” ujarnya.

Adapun berbagai ukuran bendera merah putih yang dia jual, dari ukuran kecil untuk dipajang di kendaraan, bendera ukuran 1,5 meter, umbul-umbul, dan lainnya, Harganya mulai dari Rp15 ribu.

Lebih lanjut, Mulyana menuturkan saat hari-hari biasanya, ia bekerja di salah satu perusahaan di Jawa barat dan telah mengambil cuti. “Jualan bendera sebagai tambahan pemasukan buat keluarga, dan biaya hidup di sini sekalian untuk ikut menyemarakkan hari kemerdekaan,” tuturnya.

Dia pun berharap kepada para pelanggan untuk tidak menawar harga terlalu rendah karena untuk modal dan biaya hidup di sini dan baginya NKRI harga Mati. “Sukarno berdarah-darah merebut kemerdekaan, karena bagi saya NKRI harga mati,” ujar Mulyana. (fhr)