Seorang Bhabinkamtibmas di Lobar Berjualan Kepiting demi Donasi Rutin

Lombok Barat (Inside Lombok) – seorang anggota Bahbinkamtibmas desa Mareje Timur, kecamatan Lembar, Bripka Zunaidin sejak tahun 2017 silam harus merelakan jam istirahatnya demi mengikuti naluri kemanusiaan dalam dirinya.

Selain menjalankan tugas utamanya sebagai seorang polisi, ia juga rutin menggalakkan donasi untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dengan berjualan kerang dan kepiting. Hasilnya ia donasikan dalam berbagai bentuk bantuan. Ia mengaku melakukan itu untuk bisa memberi lebih kepada mereka yang membutuhkan. Tanpa harus selalu sepenuhnya bergantung kepada para donatur.

“Jadi kita menjalankan usaha dadakan, jual kepiting, jual kerang. Dan keuntungannya kita donasikan kepada yang membutuhkan” tuturnya kepada Inside Lombok, saat ditemui usai vaksinasi di Polres Lobar.

Kerang dan kepiting itu pun sengaja diambilnya dari masyarakat yang menjadi pengepul untuk kemudian dibantu pemasarannya. Karena tak bisa dipungkiri, dalam situasi pamdemi saat ini, banyak pengepul yang kesulitan memasarkan hasil tangkapannya. Karena dipengaruhi juga oleh daya beli masyarakat yang jauh menurun.

“Kita bantu mereka memasarkan, sekaligus hasil keuntungan penjualan itu kita berikan kepada mereka yang membutuhkan” katanya sembari tersenyum.

Dalam menjalankan aksi kemanusiaan itu, ia mengaku harus pandai mencuri waktu ketika senggang di sela-sela kesibukannya menjalankan tugas utama menjadi seorang Bhabin. Namun, karena rasa empatinya yang tinggi untuk bisa membantu sesama, peluh dan lelah pun tak ia rasakan lagi. Sehingga kegiatan kebaikan yang dimulai sejak tahun 2017 silam itu pun tetap berjalan hingga kini.

“Kita COD ke seputaran Mataram dan Lombok Barat dan itu kita antar sendiri. Tapi jam nya paling bisa cuma malam saja. Karena kan kita bertugas kita tidak bisa langsung mengantar” jelasnya.

Dituturkannya, yatim piatu, difabel dan masyarakat yang kurang mampu yang menjadi sasaran donasi yang digalakkannya.

“Jadi tiap bulan kita berikan santunan dari hasil itu dan kita gabung juga dari hasil donasi” ujarnya.

Kadang pembeli pun disebutnya dengan sengaja memberikan bayaran lebih untuk didonasikan. Karena dalam kegiatan itu, ia sudah menjelaskan kepada para pembeli bahwa hasil jualan itu akan digunakannya untuk membantu warga yang membutuhkan. Donasi yang ia berikan kadang kali dalam bentuk Sembako, hingga uang saku.

Kegiatan itu pun dilakukan berpindah-pindah dari kecamatan satu ke yang lainnya. Terutama untuk daerah terpencil yang belum terjangkau bantuan dari pemerintah.

Zunaidin patut merasa bangga karena dari ide sederhana itu, hingga kini ia dapat tetap rutin membantu mereka yang membutuhkan. Apalagi di masa pandemi yang serba keterhimpitan ini.

“Kalau kegiatan santunan yatim piatu itu rutin kita lakukan setiap bulan” katanya.

Kegiatan itu pun diungkapnya dilakukan bahkan hingga ke luar wilayah Lombok Barat, mulai dari kota Mataram hingga Lombok Tengah.

“Kita kebetulan bergerak bersama komunitas kemanusiaan yayasan Edri’s Foundation. Kadang juga kita gabung dengan komunitas lain, karena kita kan satu tujuan untuk kemanusiaan” tandas Bripka Zunaidin.