Seragam Tenun Bagi ASN dan Siswa di Loteng Masih Direncanakan

57
Seorang pengunjung sedang melihat kain tenun di desa Sukarara beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Ida Rosanti)
IMG 20210809 WA0026
Seorang pengunjung sedang melihat kain tenun di desa Sukarara beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), HM. Nursiah mengatakan, penggunaan kain tenun sebagai seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) dan siswa masih dalam tahap perencanaan.

“Saat ini pemerintah sedang dalam proses perencanaan desain seragam yang diinginkan oleh ASN dan sesuai untuk siswa kita,”kata Nursiah di Praya belum lama ini.

Sejauh ini, program seragam ASN dan siswa berbahan dasar tenun ini memang menjadi harapan bagi para penenun di Loteng, khususnya penenun di desa Sukarara. Hal itu mengingat produksi dan pemasaran tenun tersendat setelah dihantam pandemi Covid-19.

“Sehingga dengan seragam dari tenun ini diharapkan bisa memotivasi lagi para UMKM kita ini,”tandasnya.

Sejauh ini, lanjut Nursiah, motif atau desain tenun yang banyak diminati adalah desain kembang komak yang juga menjadi ciri khas pasangan Bupati dan Wakil Bupati tersebut. Akan tetapi, hal itu belum diputuskan karena harus disesuaikan dengan selera semua ASN maupun siswa yang akan menggunakan seragam tersebut.

Yang jelas, dia menargetkan program seragam berbahan dasar tenun bagi ASN dan siswa ini segera direalisasikan untuk menghidupkan kembali UMKM di Loteng. Bahkan, seragam dari tenun ini juga diharapkan tidak hanya bagi ASN dan juga siswa. Namun bagi pegawai BUMN dan BUMD yang ada di wilayah Loteng.