Serapan APBN Tahun 2021 di Loteng Meningkat dari Tahun Lalu

35
Audiensi percepatan realisasi APBN antara Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, Sudarmanto dengan Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri, Rabu (28/4/2021) kemarin. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) –  Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, Sudarmanto bertemu dengan Bupati Lombok Tengah (Loteng), H. Lalu Pathul Bahri, Rabu (28/4/2021) kemarin. Pertemuan tersebut terkait dengan upaya percepatan realisasi APBN tahun 2021 di Loteng.

“Kami berkoordinasi bagaimana melakukan percepatan APBN, baik DAK fisik maupun dana desa,”kata Sudarmanto usai audiensi tersebut.

Dikatakan Sudarmanto, alokasi anggaran APBN 2021 di wilayah Loteng mencapai Rp960,03 miliar, yang terdiri dari belanja pemerintah pusat, yakni belanja pegawai, barang dan modal yang dikelola oleh satker-satker kementerian lembaga sebesar Rp520,959 miliar. Selain itu TKDD sebesar Rp 439,077 miliar.

Sampai dengan tanggal 26 April 2021, total belanja negara di Loteng mencapai 16,17 persen atau sebesar Rp155,210 miliar, yang terdiri dari belanja pemerintah pusat terserap Rp92,58 miliar atau 17,77 persen. Sementara TKDD terserap Rp 64,87 miliar atau 14,77 persen.

“Penyerapan tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Loteng sudah cukup baik karena sudah 16 persen atau di atas target nasional yang 12 persen,”ujarnya.

Namun demikian, ada persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah, yakni realisasi DAK fisik dengan alokasi pagu Rp228,22 miliar, sampai dengan 27 April 2021 di wilayah Loteng belum ada penyaluran.

Hal itu karena pemerintah daerah masih menyelesaikan syarat penyaluran berupa laporan realisasi dan capaian tahun 2020 yang telah direviw APIP dan penyelesaian kontrak kegiatan.

“Yang paling penting adalah DAK fisik itu belum realisasi sama sekali. Padahal kita punya Rp228 miliar. Tadi katanya (Pemda) akan lakukan percepatan,”ujarnya.

Adapun realisasi dana (DD) desa tahun 2021 sampai dengan 27 April 2021 tercatat sebesar Rp64,87 miliar atau 30,76 persen dari total alokasi pagu DD di Loteng tahun ini mencapai Rp210,86 miliar.

Atas capaian tersebut, pihaknya mendorong Pemda untuk terus melakukan akselerasi berupa percepatan penyelesaian laporan realisasi dan capaian dan output.

“Lalu percepatan penyelesaian kontrak dan review APIP untuk dokumen syarat penyaluran DAK Fisik tahun 2021,”tandasnya.

Sementara untuk realisasi penyaluran kredit program KUR dan UMI tahun ini di Loteng mencapai Rp231,04 miliar, dengan jumlah total 11,287 debitur.

Jumlah pertumbuhan debitur KUR kecil sebanyak 540 debitur dengan total penyaluran Rp90,4 miliar. KUR Mikro 3.659 debitur sebesar Rp110,66 miliar.

Kemudian KUR Supermikro 1.040 debitur sebesar Rp9,79 miliar serta KUR TKI sebanyak 12 debitur sebesar Rp165 juta.