Sesar di Rinjani Aktif, Lombok Diguncang Gempa Dua Kali

Mataram (Inside Lombok) – Gempa bumi dengan Magnitudo 5.8 mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Timur, Minggu (17/03/2019) pukul 14.07 Wita dengan pusat pada kedalaman 19 Km dan berjarak 20 Km dari arah utara Kota Selong, Lombok Timur (Lotim). Dua menit kemudian, gempa Magnitudo 5.1 kembali terjadi pada kedalaman 10 Km di wilayah yang sama.

Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Mataram menerangkan bahwa dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang melanda wilayah Lombok Timur tersebut terjadi akibat aktivitas sesar di sekitar Gunung Rinjani. Berdasarkan hasil analisis mekanisme yang dilakukan BMKG, diketahui bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, menyampaikan bahwa guncangan gempa tersebut dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, dan Sumbawa, sampai dengan wilayah Karangasem, Denpasar, dan Kuta. Beberapa longsor serta rumah dilaporkan rubuh di wilayah Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utaram.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” ujar Agus dalam siaran tertulis yang diterima Inside Lombok, Minggu (17/03/2019).

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga pukul 15.54 Wita menunjukkan belum adanya tanda-tanda akan terjadi gempa susulan (aftershock). Agus mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.