Situasi Mareje Sudah Kondusif, Para Pemuda Siap Jemput Warga yang Masih Mengungsi

35
Saat para pemuda Mareje bertemu Bupati, Kapolres dan Dandim 1606 Mataram. Selasa (10/05/2022). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Para pemuda Desa Mareje bersiap menjemput masyarakat yang saat ini masih menginap sementara di Polres Lobar dan Polda NTB, untuk kembali pulang. Mengingat situasi dan kondisi di Mareje sendiri dinilai sudah kembali aman dan kondusif.

“Kami para pemuda siap menjemput keluarga kami yang masih menginap sementara di Polres dan Polda. Karena kami semua pada dasarnya satu keluarga,” ujar Syukur, perwakilan pemuda Mareje saat bertemu dengan Bupati Lobar, Kapolres dan Dandim 1606 Mataram, Selasa (10/05/2022) malam.

Para pemuda di sana pun mengaku siap menjaga keamanan masyarakat untuk bisa hidup rukun kembali. Karena pada dasarnya, lanjut Syukur, semua masyarakat yang hidup di Desa Mareje adalah satu keluarga dari satu rumpun.

“Kondisi Mareje sudah normal dan aman serta kondusif, tidak ada masalah. Karena kami semua satu rumpun dan satu keluarga,” ungkapnya.

Saat ini masyarakat yang ada di sana disebutnya sudah kembali beraktivitas normal seperti sebelumnya pasca-keributan yang sempat terjadi. “Yang kerja di sawah tetap ke sawah dan yang kerja ke hutan tetap ke hutan. Sudah normal,” ungkap Syukur.

Untuk itu ia mengingatkan, agar ke depannya masyarakat bisa lebih selektif memilah berbagai informasi yang didapatkan melalui media sosial. Karena banyaknya informasi simpang siur yang masih beredar tentang Mareje, yang bahkan ditegaskannya tidak benar.

“Jadi kami berharap agar masyarakat tidak cepat percaya pada info-info liar dan tidak benar yang beredar di medsos. Karena situasi Mareje sudah aman dan damai,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, mengatakan bahwa kehidupan masyarakat di Mareje dan Lingsar patut dicontoh, terutama soal toleransi. Bahkan, hal itu kerap kali disampaikannya dalam sejumlah forum dan diskusi di Indonesia.

“Desa Mareje ini seperti cerminan kota Madinah dulu, yang plural namun tetap hidup berdampingan dan rukun. Karenanya kami harap agar masyarakat tetap rukun,” pesannya.

Fauzan juga mengutarakan pihaknya akan memulai berbagai program pembangunan di Desa Mareje supaya dapat menunjang berbagai perkembangan yang ada di sana. Salah satunya adalah pembangunan jalan dari Mareje menuju Gerung melalui Tempos.

“Ini salah satu upaya kita, supaya dapat memudahkan akses masyarakat menuju Desa Mareje,” tandasnya. (yud)