Stabilkan Harga Jelang Iduladha, Pemda Lobar Gelar Pasar Murah di Sejumlah Lokasi

35
Wabup Lobar, Hj. Sumiatun saat sidak ke pasar murah di halaman Kantor Camat Sekotong, Senin (04/07/2022). (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Antisipasi lonjakan harga berbagai bahan pokok dan komoditas jelang hari raya dan pasca Iduladha, Pemda Lobar akan gelar pasar murah di sejumlah titik.

Di mulai dari lapangan Kantor Camat Sekotong yang sudah digelar sejak 4 Juli kemarin, pasar murah akan berlangsung selama dua hari. Kemudian, dilanjutkan di Kecamatan Batulayar yang akan berlangsung mulai tanggal 6 sampai 7 Juli, dan terakhir di Taman Kota Gerung yang rencananya akan digelar usai Iduladha, tanggal 14 hingga 15 Juli mendatang.

Wakil Bupati Lobar, Hj. Sumiatun mengakui di pasar-pasar tradisional sering kali terjadi lonjakan harga saat momentum seperti ini. Sehingga hal itu dinilai turut berdampak bagi masyarakat.

“Untuk itu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), berupaya untuk menstabilkan harga bahan pokok strategis menjelang Idul Adha. Melalui kegiatan operasi pasar murah ini,” terangnya, Senin (04/07/2022).

Pasar murah seperti yang digelar di halaman Kantor Camat Sekotong ini diakuinya sebagai kegiatan rutin pemerintah daerah. Terutama untuk membantu meringankan beban biaya belanja yang harus dikeluarkan oleh masyarakat.

“Agar masyarakat kita dapat berbelanja dengan harga normal seperti hari biasa,” ungkap Wabup.

Dari 10 kecamatan di Lobar, pasar murah rencananya akan digelar di tiga kecamatan. Yakni Sekotong, Batulayar dan Gerung. Hal ini disesuaikan dengan basis data terpadu penanggulangan kemiskinan di Lobar.

Ada pun jenis komoditas yang disediakan dalam kegiatan pasar murah tersebut selain beras, gula dan telur. Tetapi juga beberapa komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah dan bawang putih, yang akhir-akhir ini lonjakan harganya banyak dikeluhkan masyarakat dan pedagang.

Sementara itu, Asisten ll Setda Lobar, Rusditah menjelaskan pasar murah ini diharapkan dapat membantu mengendalikan lonjakan harga yang terjadi di pasar. Karena selama ini lonjakan harga jelang hari besar agama sering kali terjadi dan tak bisa terhindarkan, sehingga perlu dilakukan antisipasi.

“Sehingga Pemda dalam hal ini TPID berkewajiban untuk menggelar pasar murah dengan harapan agar bisa menstabilkan harga-harga di pasaran, dan untuk meringankan beban masyarakat,” lugas Rusditah.

Selain itu, ia menyebut, program program seperti ini dilakukan sebagai wujud supaya Lobar bisa meraih TPID yang penilaiannya dilakukan setiap tahun. “Mudah mudah tahun ini kita masuk dalam TPID Award,” pungkasnya. (yud)