Stok Berkurang, Pengusaha Diizinkan Pasok 1 Juta Telur

Produksi telur lokal disalah satu peternak. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) –Dinas Pertanian Kota Mataram mulai memberikan rekomendasi kepada pengusaha untuk memasukkan telur ke Kota Mataram. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menyeimbangkan harga.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan di sejumlah gudang telur, persediaan sudah mulai menipis. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat peringatan Maulid Nabi ini, pemerintah memberikan rekomendasi kepada pengusaha.

“Ketika cek di gudang dan sudah mulai berkurang, kita izinkan kemarin (perusahaan memasok telur). Kemarin kita masukkan sekitar satu jutaan,” ujarnya.

Jumlah telur yang dimasukkan ke Kota Mataram disebut bisa mencukupi kebutuhan tanpa membuat harga telur lokal anjlok. Menurut Mutawalli jumlah tersebut lebih sedikit dari yang diajukan pengusaha, yaitu mencapai 9 juta butir
.
“Kita penuhi dia, tapi tidak 9 juta sesuai permintaan pengusaha,” tegasnya. Untuk mengantisipasi adanya telur yang dimasukkan secara illegal, Dinas Pertanian Kota Mataram sudah memiliki petugas khusus yang akan melakukan pemantauan. Di mana pengawasan juga dikoordinasikan dengan dengan pihak karantina di Pelabuhan.

“Telur yang masuk itu ada dari Bali, Banyuwangi. Dari Jember juga ada. Banyak sekali,” katanya.

Sebelumnya, sekitar 20 pengusaha telur meminta surat rekomendasi kepada Dinas Pertanian Kota Mataram agar bisa mendatangkan telur dari luar daerah. Namun karena persediaan masih banyak, permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi.

“Ada daftar pengusaha kita dan untuk mendatangkan telur harus ada rekomendasi yang dipegang,” kata Mutawalli.

Disamping itu, Dinas Pertanian Kota Mataram juga akan membuat peraturan walikota. Sehingga telur yang datang dari luar daerah harus sesuai dengan aturan yang dibuat. “Sambil nunggu perwal kita surat dulu. Kebetulan ada peraturan gubernur yang menentukan ada pengaturan itu. Itu untuk menyeimbangkan harga biar nggak banjir,” ujarnya.

Mutawalli juga menambahkan, Dinas Pertanian akan kembali memberikan rekomendasi kepada pengusaha jelang WSBK nanti. Diprediksi kebutuhan telur akan meningkat. Sehingga, jumlah telur yang didatangkan dua kali lipat dari kebutuhan normal.

“Nanti WSBK kita masukkan lagi. Dia juga minta lagi nanti. Bertahap supaya tidak mubazir. WSBK dua kali lipat dari yang normal. Kalau yang normal itu kan sekali datang 2-3 juta. Ya mungkin dua kalinya awal November kita masukkan,” pungkasnya.