Stok Blangko KTP Elektronik di Mataram Mulai Stabil

Pelayanan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik keliling yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, di SMAN 1 Mataram dengan menyasar pelajar yang sudah masuk usia 17 tahun. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, stok blangko kartu tanda penduduk (KTP) elektronik mulai stabil.

“Baru-baru ini, kami mendapatkan distribusi blangko KTP elektronik sebanyak 6.000 keping, dan sekarang masih tersisa sekitar 5.000 keping,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Hasmin di Mataram, Kamis.

Menurutnya, dengan stok blngko KTP elektronik yang sudah mulai stabil itu, saat ini Disdukcapil bisa memberikan pelayanan optimal kepada wajib KTP, sekaligus mencetak KTP elektronik masyarakat yang sebelumnya sudah merekam tetapi masih memenang surat keterangan (suket).

Pemegang suket ini jumlahnya mencapai sekitar 6.000 orang, karena kelangkaan blangko KTP elektronik terjadi sejak awal tahun 2019.

“Selain itu, proses pelayanan perekaman dan penerbitan KTP elektronik sekarang sudah bisa dilaksanakan lagi. Jadi, warga yang datang merekam bisa langsung menerima KTP elektroniknya,” katanya.

Terkait dengan itu, Disdukcapil saat ini sedang melaksanakan kegiatan program jemput bola untuk perekaman dan penerbitan KTP elektronik ke sekolah-sekolah (go to school).

Dalam kegiatan itu, Dukcapil memberikan pelayanan bagi siswa yang sudah masuk usia 17 tahun dan kegiatan “go to school” akan dilaksanakan pada semua sekolah tingkat SMA/sedejarat di kota ini.

“Hari ini, kami melaksanakan perekaman di SMAN 1 Mataram, dengan menggunakan mobil pelayanan keliling,” katanya.

Hasmin menambahkan, untuk kebutuhan blangko KTP elektronik sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, sebab begitu progres pencetakan KTP elektronik dilihat sudah mulai berkurang maka pemohonan tambahan blangko bisa diusulkan.

“Kalau sekarang kapan pun dan berapa pun kebutuhan blangko, pemerintah siap distribusi,” katanya. (Ant)