Suhaili Sebut Fiskal Daerah ‘Seret’, Tak Tepat Dewan Minta Kenaikan Tunjangan

Bupati Loteng, H. Suhaili FT, Rabu (13/10/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)-Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT angkat bicara mengenai rencana kenaikan tunjangan anggota DPRD Loteng pada tahun 2021 mendatang.

Menurut Suhaili, keinginan dewan untuk meningkatkan tunjangan tersebut bukan waktu yang tepat. Karena kondisi keuangan daerah sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Dewan adalah bagian dari pemerintah daerah. Dia tau kemampuan keuangan daerah. Itu saja kok”,kata Suhaili, Rabu (14/10/2020) di Praya.

Meski demikian, dia mempersilakan kalangan dewan untuk melakukan appraisal besaran kenaikan seperti yang telah dilakukan.

“Silakan kaji lebih baik. Sudah tahu bagaimana kondisi daerah. Mati doang yang tidak sekarang,” selorohnya.

Menurut dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah saat ini sedang anjlok. Pasalnya, hotel dan restoran sepi karena tidak ada pengunjung. Sehingga tidak ada pemasukan keuangan daerah.

“Saat ini belum pas (kenaikan tunjangan). Iya lah. Kondisi kita kayak begini. Syukur saja tidak kolaps”, imbuhnya.

Salah satu alasan rencana kenaikan dewan tersebut karena sudah lama tidak pernah terjadi kenaikan. Namun, dia menyinggung bahwa selama 10 tahun memimpin Lombok Tengah tidak pernah tahu kapan gajinya turun atau naik.

“Jangankan mengusulkan karena Rp5,7 juta itu secara nasional. Jangankan menuntut, berpikir saja untuk naik gaji tidak pernah”, katanya.