Syarat Rapid Antigen Diharapkan Tak Ganggu Pergerakan Penumpang Kapal

125
Kepala KSOP Lembar, M. Junaidin, saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan Lobar. Rabu (27/01/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – KSOP sebut semakin banyak rute penyeberangan dari dan menuju Lembar berdampak langsung terhadap pergerakan perekonomian di NTB saat ini. Sehingga diharapkan dengan disediakannya layanan rapid antigen di pelabuhan, tidak akan menjadi penghalang bagi pergerakan orang maupun barang.

“Sekarang kan di pelabuhan juga sudah ada rapid antigen sudah kita terapkan dan masyarakat terlihat mulai terbiasa dengan hal itu” ucap Kepala KSOP Lembar, M. Junaidin, saat ditemui di kantor Dishub Lobar, Rabu (27/01/2021).

Ia mengakui bahwa saat ini lalu lintas penumpang didominasi oleh penumpang domestik. Walaupun hal itu masih dinilai rendah, karena pandemi saat ini yang membatasi pergerakan orang.

“Mudah-mudahan program vaksinasi dari pemerintah ini berjalan baik, agar orang-orang yang khawatir melakukan perjalanan, bisa mengurangi kekhawatirannya” kata dia.

Terkait pengangkutan barang saat ini, di sebutnya lancar. Karena untuk volume di kapal yang melayani rute Lembar, justru malah kelebihan ruangan saking banyaknya kapal yang mulai beroperasi.

“Kalau ke Bali, kita tetap ada 16 kapal setiap hari yang jalan. Kalau ke Banyuwangi masih lima kapal, tapi rencananya itu akan bertambah jadi tujuh kapal dan ke Surabaya ada empat kapal” bebernya.

Junaidin pun menuturkan penurunan volume penumpang yang terjadi di Pelabuhan Lembar sendiri cukup tinggi hingga mencapai 65 persen. Dari kapasitas kapal pada situasi normal sebelum pandemi dapat membawa sekitar 200 penumpang menuju Bali. Tapi saat ini, berkisar sekitar 50 orang penumpang. Begitupun dengan rute Surabaya dan Banyuwangi.

Namun dirinya tidak menepis adanya pengaruh dari persyaratan rapid antigen ini terhadap penurunan volume penumpang.

“Secara tidak langsung ada juga pengaruhnya, karena ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk rapid” bebernya.

Namun sejauh ini, kata dia, rata-rata orang yang melakukan perjalanan di masa pandemi ini adalah orang-orang yang memang memiliki kepentingan yang urgent (mendesak). Sehingga memahami persyaratan yang harus dilalui.

“Tapi kalau untuk yang jalan-jalan ya memang volumenya agak turun, karena pengetatan itu sendiri” tutupnya.

Tetapi untuk lalu lintas penyebrangan domestik, terutama untuk angkutan kapal Ro-Ro, diakuinya mengalami peningkatan. Terlebih setelah dibukanya jalur baru, Ketapang-Lembar dan Surabaya-Lembar yang sudah mulai beroperasi.