Tebar “Cinta” Sampai ke Mulut Gua

129
Warga saat ditemukan di dalam gua oleh petugas, Sabtu (06/11/2021).

Memberikan vaksin kepada masyarakat sama halnya kita menebar cinta. Bagaimana tidak, kita berusaha memberikan vaksin sebagai pelindung serangan dari Covid-19 kepada masyarakat

(Ungkapan Sekda Lotim, M Juaini Taofik)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pagi itu, Sabtu 6 November sekitar pukul 09.10 Wita, terlihat dari kejauhan beberapa orang berbaju putih sambil membawa kotak obat, didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas berdiri di depan rumah warga sembari mengetuk pintu.

“Tok tok tok,” suara pintu diketuk oleh Babinsa sambil mengucapkan salam, tak lama kemudian keluar seorang wanita tua menjawab salam dari beberapa orang itu. Aku dan seorang temanku yang melihat dari kejauhan pun penasaran entah apa yang terjadi di sana, kemudian kami pun memutuskan untuk mendekat.

Rasa penasaran kami pun sirna setelah melihat dari jarak dekat, ternyata petugas berbaju putih merupakan Tim Vaksinator yang bersiap menyuntikkan vaksin ke masyarakat. Beberapa vial vaksin kemudian dikeluarkan sambil menanyakan kondisi kesehatan wanita tua tersebut oleh Tim Vaksinator.

Setelah memastikan kesehatan warga, barulah vaksin mulai disuntikkan. Dengan mata terpejam sambil menahan rasa yang sedikit sakit, akhirnya wanita tua itu pun berhasil divaksinasi.

Setelah vaksin berhasil disuntikkan, barulah kami mencoba bercakap dengan Gita Sofiyan Ardy selaku Petugas Puskesmas Pembantu di Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ia pun menjelaskan bahwa apa yang ia lakukan merupakan kegiatan vaksinasi secara door to door ke masyarakat.

“Kami saat ini sedang melaksanakan vaksinasi secara door to door ke masyarakat. Ini sesuai dengan arahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim untuk memastikan semua masyarakat tervaksinasi,” ucapnya kepada kami, Sabtu (06/11/2021).

Tak lama bercengkerama dengan Sofiyan, seseorang mendatangi para Tim Vaksinator dan memberitahukan bahwa terdapat warga yang bersembunyi di dalam gua pinggir pantai karena takut divaksinasi. Sofiyan dan tim lainnya pun bergegas mencari warga yang tengah bersembunyi itu.

Demi memastikan laporan dari warga itu, Sofiyan bersama dengan tim harus menuruni jurang agar bisa sampai ke gua yang berada di pinggir pantai. Al hasil setelah berhasil sampai di depan mulut gua, ia menemukan tiga ibu-ibu beserta anaknya tengah bersembunyi menghindari Tim Vaksinator.

“Ibu ngapain di sini, ayok keluar buk,” ajak Sofiyan kepada warga yang di dalam gua untuk keluar. Akan tetapi warga itu tak langsung mau mengikuti ajakan Tim Vaksinator, melainkan ia tetap bersikeras untuk tetap di dalam gua karena takut untuk divaksinasi.

Perjuangan tak sampai di situ, Tim Vaksinator terus membujuk para warga tersebut agar mau keluar dan bersedia untuk divaksinasi. Akhirnya ketiga ibu-ibu beserta anaknya keluar dari dalam gua berkat bujuk rayu dan penjelasan dari Tim Vaksinator.

“Ternyata warga itu takut divaksinasi karena mendengar isu miring tentang vaksin,” kata Sofiyan pada kami.

Akhirnya ketiga ibu-ibu bersedia untuk divaksinasi di rumahnya, meskipun awalnya sempat membantah ajakan para Tim Vaksinator.

Vaksinasi yang dilakukan dengan cara door to door tersebut merupakan arahan dari Pemkab Lotim, hal itu untuk memastikan masyarakat sudah mendapat vaksin agar tercapainya target herd immunity.

Hal itu pun kemudian kami coba tanyakan kepada H Pathurrahman Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim melalui sambungan telepon, memang benar kegiatan itu semata-mata dilakukan untuk memastikan warga menerima vaksin, dikarenakan dalam mencapai herd immunity harus 70 persen dari jumlah penduduk sudah tervaksinasi.

“Karena ketika sudah mencapai herd immunity, kita bisa beraktivitas seperti biasanya dan sektor ekonomi bisa normal kembali,” tutur Pathurrahman.

Pathurrahman pun menyebutkan target yang harus divaksinasi di Lotim sebanyak 952.470 jiwa. Untuk itu, berbagai cara ia tempuh untuk mencapai target mulai dari kegiatan tiada hari tanpa vaksin, vaksinasi tingkat sekolah, masjid, dusun, dan bahkan door to door ke rumah warga.

IMG 20211205 WA0006
Giat Vaksinasi di Sekolah

Berkat kerja keras semua pihak mulai dari Pemkab Lotim, TNI, Polri dan Tenaga Kesehatan, akhirnya pada tanggal 8 November 2021, Pemkab Lotim mengumumkan secara resmi bawa daerahnya sudah mencapai target herd immunity, yakni sebesar 70,21 persen atau 669.427 jiwa untuk dosis pertama, dan 20,21 persen atau 201.970 jiwa untuk dosis kedua.

IMG 20211205 WA0007
Giat Vaksinasi Tingkat Dusun

“Dengan capaian itu, Lotim sudah mencapai herd immunity dan turun status PPKM dari level 3 ke level 1. Ini juga memastikan kita sudah bebas beraktivitas, namun tetap menerapkan protokol kesehatan minimal menggunakan masker,” jelasnya pada penulis ini.