Tekanan Rendah di Wilayah Selatan Penyebab Angin Kencang di NTB

Lombok Barat (Inside Lombok) – Angin kencang yang terjadi di sebagian besar wilayah di NTB saat ini dinilai dipicu karena adanya tekanan rendah di selatan NTB. Sehingga memicu pusaran angin. Hal itu dikatakan oleh Prakirawan Klimatologi, BMKG Kediri, Anas Baihaqi.

“Jadi itu menyebabkan semua angin di udara sekitarnya itu tertarik ke situ” kata Anas, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (07/12/2020).

Ia menjelaskan bahwa angin kencang yang terjadi saat ini, merupakan bibit siklon tropis 96 yang saat ini terpantau di Samudra Hindia Selatan Jawa Barat dengan posisi sekitar 9.9 LU – 108.2BT.

Dari hasil analisis dinamika atmosfer, pola tekanan rendah terjadi di wilayah belahan bumi selatan. Saat ini, tekanan itu sedang aktif dan cukup berpengaruh terhadap pembentukan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB.

Hal tersebut yang dinilai memiliki pengaruh paling dominan. Selain itu, walaupun sebenarnya ada peluang hujan juga karena adanya fenomena MJO yang saat ini sedang lewat lagi di wilayah NTB.

“Dari hasil diskusi kami, angin kencang itu diprediksi akan terjadi sekitar sampai seminggu atau 10 hari ke depan” ungkapnya.

Kecepatan angin, dijelaskannya sekitar 25 knots. Yang terjadi tidak sepanjang waktu selama 24 jam. Tetapi di waktu-waktu tertentu seperti waktu peralihan seperti pagi menuju siang, maupun siang menuju sore menjadi waktu yang paling berpotensi.

“Tapi memang, kita akan menghadapi tekanan rendah-tekanan rendah yang ada di Selatan karena memang sudah waktunya” jelasnya.

Sehingga ia mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang dan gelombang tinggi.

“Kalau untuk penutupan pelabuhan, itu bukan otoritas kita. Jadi kita hanya menginformasikan, kemudian keputusan ditutup atau dibuka ada di sana” ujarnya.

Kendati adanya perkiraan potensi gelombang laut dengan tinggi sekitar 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan Selatan NTB.