Tenaga Marshall untuk MotoGP Mandalika Belum Direkrut

Bendera yang dikibarkan marshall saat pertandingan. (Inside Lombok/thamandalikagp.com)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Chief Strategic Communication Officer MGPA Happy Harinto mengatakan, rekrutmen tenaga marshall untuk MotoGP Mandalika belum dilakukan.

Adapun ratusan pemuda yang dilatih pendidikan marshall beberapa waktu lalu disebut masih berupa sosialisasi saja.

“Baru sosialiasi. Setelah itu baru rekrutmen dua bulan lagi dilakukan,”kata Happy, Kamis (8/4/2021) di Praya.

Dikatakan, yang melakukan rekrutmen tenaga marshall adalah Ikatan Motor Indonesia (IMI) bekerja sama dengan Pemda. Bukan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) maupun MGPA.

Standarisasi IMI untuk tenaga marshall juga sangat tinggi.

“Belum tentu dia bisa bahas Inggris, larinya cepat. Begitu juga dia bisa lari cepat tapi belum tentu bisa bahasa Inggris,”tandasnya.

Dikatakan Happy, antusiasme masyarakat untuk menjadi tenaga marshall di Mandalika memang sangat besar. Hal itu dilihat dari respon masyarakat terhadap sosialisasi yang dilakukan beberapa hari lalu.

“Sehingga akan diserahkan ke Pemda untuk mengatur hal itu,”katanya.

Senada dengan itu, Head Operation Sporting Mandalika Internasional Street Circuit, Dyan Dilato mengatakan, untuk pelatihan resmi menjadi marshall akan dilaksanakan dengan mengadakan rekrutmen melalui website resmi MGPA dan media lokal di Lombok.

Dalam prosesnya, peserta akan diminta untuk mengisi formulir yang diberikan oleh MGPA. Pendaftarannya sendiri akan dilakukan melalui email resmi rekrutmen M
marshall Sirkuit Mandalika.

“Semua peserta akan melalui beberapa tahapan seleksi, diantaranya kecakapan Bahasa Inggris,kesehatan fisik, dan beberapa tahap seleksi lainnya,”tulis Dyan Dilato, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (7/4) lalu.

Pelatihan calon marshal, imbuhnya, tidak dilakukan di ruang tertutup, namun melalui praktek langsung di lapangan. Hal ini untuk menjamin agar setelah lolos seleksi para calon marshal langsung
siap untuk beraksi di lapangan.

Keterangan dari MGPA tersebut sekaligus menganulir keterangan dari Pemda sebelumnya. Bahwa sebanyak 450 orang calon tenaga marshall untuk sirkuit MotoGP menjalani pelatihan.