27.5 C
Mataram
Senin, 24 Juni 2024
BerandaBerita UtamaTerdampak Kekeringan, Hilirisasi Rumput Laut di Lotim Terancam Macet

Terdampak Kekeringan, Hilirisasi Rumput Laut di Lotim Terancam Macet

Lombok Timur (Inside Lombok) – Hilirisasi rumput laut yang ada di Lombok Timur (Lotim), tepatnya di Kecamatan Jerowaru terancam macet akibat dilanda kekeringan. Padahal program hilirisasi itu baru diresmikan beberapa bulan lalu.

Hilirisasi rumput laut tersebut telah berjalan beberapa bulan. Namun kurangnya air bersih akibat kekeringan membuat pemilik UMKM sementara mengganti produknya. Hal itu salah satunya dilakukan oleh Siti Nuria, yang mengakui proses pengolahan rumput laut menjadi sebuah produk unggulan yang dipasarkan ke luar daerah tersebut terkendala kurangnya air bersih di wilayah selatan pada musim kemarau.

Kondisi itu pun diakui Nuria membuat para pemilik UMKM seperti dirinya kesulitan mencuci rumput laut maupun mesin produksinya. “Tidak ada air saat ini sehingga produksinya kita setop dulu sebab kita tidak bisa membersihkan alat maupun rumput lautnya,” ujarnya, Selasa (27/05/2024).

Kondisi kekeringan di wilayah selatan Lotim tersebut membuat masyarakat menjadi berebut pasokan air bersih, terutama yang ada pada sektor rumah tangga dan pertanian. “Masyarakat di sini (Jerowaru) juga sangat membutuhkan air bersih sehingga berebut dengan petani tembakau yang sudah memasuki musim tanam,” ungkapnya.

- Advertisement -

Siti juga telah melakukan observasi akibat musik kekeringan ini dan ditemukan bahwa masyarakat pesisir yang paling merasakan dampaknya. Bahkan yang paling terdampak yakni perempuan, lansia anak-anak dan disabilitas. “Wilayah pesisir yang paling serius kesulitan air saat ini,” tuturnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Lotim, M Juaini Taofik meminta permasalah air bersih yang membuat aktivitas produksi rumput laut, pertanian, dan kebutuhan masyarakat dapat segera diatasi menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Bahkan anggaran BTT tersebut telah disiapkan oleh Pemda Lotim setiap tahunnya.

Kendati, jika memang masih dapat diatasi senormal mungkin, maka diharapkan dapat menjadi jalan keluarnya terlebih dahulu. “Setiap tahunnya BTT itu kita siapkan,” ungkapnya.

Diungkan Juaini, dalam waktu dekat masyarakat bagian selatan Lotim akan menikmati SPAM Pantai Selatan yang segera dioperasikan. Hal tersebut tentunya menjadi kabar yang sangat baik bagi masyarakat setempat yang setiap tahunnya merasakan kesulitan air bersih. “Warga kita harapkan bersabar sebentar, karena debit air yang dialirkan dari SPAM berkecepatan 100 liter per detik akan segera mengalir ke wilayah selatan,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer