Tidak Ada Sekolah Favorit! Guru di Kota Mataram akan Dirotasi Merata

76
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Istilah sekolah favorit masih melekat di tengah masyarakat. Guna mengubah istilah tersebut, Dinas Pendidikan Kota Mataram akan melakukan rotasi guru agar sebarannya lebih merata.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf kepada media Selasa (9/8) di Mataram mengatakan, guru yang akan dipindahkan yang saat ini aktif mengajar di sekolah-sekolah yang ada di tengah kota. Mereka nantinya akan ditempatkan di pinggiran Kota Mataram.

“Komitmen kami dalam menjalankan tugas segera kita melakukan rotasi guru ya. Dari sekolah yang bagus ke yang pinggir-pinggir. Image sekarang ini sekolah yang bagus ada di tengah kota. Image itu harus kita hilangkan karena guru-guru yang bagus itu berada favorit itu,” katanya.

Pemindahan guru dari tengah kota ke sekolah yang ada di pinggiran ini sebagai salah satu upaya pemerataan. Sehingga kedepan tidak saja pemerataan guru melainkan juga berdampak pada sebaran siswa di Kota Mataram.

“Kalau mendapat guru-guru yang berkualitas insyaallah kita akan mengimbangi itu. Melakukan pendataan terhadap guru yang berprestasi,” katanya.

Guru-guru yang berprestasi bisa dilihat dari rekam jejak yang sudah ada. Misalnya, sering melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Sekarang kita akan menarik guru-guru tersebut ke sekolah-sekolah di pinggiran. Agar terjadi pemerataan guru sehingga kedepan terjadi juga pemerataan siswa,” ujarnya.

Selain itu, pemindahan guru-guru ini juga dengan melihat rekam jejak saat mengimplementasikan kurikulum merdeka. Karena ke depan, jabatan kepala sekolah juga harus dari guru penggerak.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (permen) nomor 40 tahun 2022 bahwa kepsek harus dari guru penggerak sebagai regulasi. “Kita kita lagi mapping (memetakan) sekarang. Jika nanti pada angkatan ketiga kita ciptakan sekolah penggerak. Sesuai karakter Kota Mataram meski belum terpilih oleh pemerintah pusat. Tapi kami akan mencoba membuatnya. Diskusi dengan beberapa kepala sekolah mendirikan sekolah-sekolah yang bisa mengimbangi program sekolah penggerak yang dibuat pemerintah pusat,” ungkapnya.

Ditambahkan Yusuf, minimnya guru penggerak di Kota Mataram disebabkan karena usia yang tidak bisa diakomodir. Sehingga dengan kendala tersebut maka akan dilakukan peremajaan usia kepada sekolah. “Rencana ini sedang di mapping sekarang,” tegasnya. (azm)