Tiga Kecamatan di Lobar Masih Jadi Atensi Kasus Covid-19

Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni. Zaat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat klaim tidak ada lonjakan kasus covid-19 di Lombok Barat. Sehingga tidak perlu dilakukan pemilihan pasien covid-19 yang akan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

“Kalau di Lombok Barat kan posisi kasusnya tidak mengalami peningkatan, masih datar” ungkap Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni, Senin (21/06/2021).

“Kita tidak ada pemilahan, tapi kan dari awal kalau Lobar, pasien bergejala harus dirawat di rumah sakit” imbuh dia.

Untuk saat ini, angka keterisian tempat tidur di ruang isolasi pada dua rumah sakit Lombok Barat diakuinya masih berada pada kisaran 40 persen. Hal itu pun dinilai masih dalam tahap aman.

“Banyakan yang isolasi mandiri juga karena tidak bergejala” jelasnya.

Sementara untuk kecamatan yang masih menjadi atensi karena kasus covid-19 paling banyak di Lobar. Ada di kecamatan Gerung, Narmada dan Gunungsari.

“Daerah itu menjadi perhatian karena lumayan saya lihat kasusnya, tapi kalau meningkat tajam sih engga” bebernya.

Dia menuturkan, kemungkinan melonjaknya kasus di beberapa wilayah Indonesia. Bisa jadi karena dampak dari arus mudik yang sempat dilakukan. Namun, di NTB sendiri, diakuinya aman lantaran tidak ada masyarakat yang melaksanakan mudik.

Namun, dia tidak memungkiri tetap adanya kasus baru. Bisa jadi karena semakin banyaknya masyarakat yang abai akan protokol kesehatan.