Tiga Proyek Kritis di Lobar Jadi Atensi Inspektorat

Inspektur, Inspektorat Lobar, H. Ilham, saat ditemui di kantor Bupati Lobar, beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Terdapat tiga proyek di Lombok Barat yang diantensi oleh inspektorat agar penyelesaiannya dapat sesuai target kontrak yang telah disepakati.

Di antaranya, proyek revitalisasi Senggigi, di kawasan Alberto. Yang mana proyek itu saat ini mengalami deviasi minus mencapai hampir 30 persen. Kemudian, progres proyek kantor dinas Dukcapil yang masih 62 persen. Serta Puskemas Dasan Tapen yang progresnya saat ini baru mencapai 68 persen.

Sehingga inspektorat memanggil para pihak terkait untuk meminta komitmen mereka dalam menyelesaikan kontrak tersebut sesuai perjanjian.

“Kami sudah memanggil seluruh penyedia, kemudian kami memberi arahan supaya mereka bisa menuntaskan pekerjaannya sesuai dengan kontrak” kata Inspektur, Inspektorat Lobar, H. Ilham, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (27/11/2020).

Selain itu, Inspektorat juga meminta para kontraktor untuk menuangkan langkah-langkah percepatan yang akan mereka lakukan dalam menuntaskan proyek tersebut. Karena diakui Ilham, bahwa hingga beberapa kali pihaknya melakukan monitoring, ditemukan masih adanya deviasi minus progres pembangunan di ketiga proyek tersebut.

“Kami minta mereka menuliskan rencana aksi secara tertulis yang harus ditandatangani di atas materai dan distempel. Mereka juga membuat pernyataan akan melakukan rencana aksi itu yang ditandatangi juga di atas materai” tuturnya.

“Ada tiga pekerjaan yang masih saya ragu itu akan dapat selesai. Tapi dari penjelasannya tadi, khususnya pembangunan Puskesmas, InsyaAllah kita harus yakin bisa selesai” ketusnya.

Dari laporan yang diterima tersebut, pihaknya pun turun melakukan pengecekan di proyek Puskesmas Dasan Tapen untuk mengecek kesesuaian laporan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Saya melihat apa yang disampaikan oleh pelaksana proyek terutama untuk Puskesmas, saya belum melihat seratus persen sesuai dengan apa yang disampaikan” ungkap Inspektur, Inspektorat Lobar ini.

Kemudian, proyek ke-dua kata dia adalah soal revitalisasi Senggigi yang ada di depan kawasan Alberto yang deviasi minusnya bahkan mencapai angka 30 persen.

“Tadi saya lihat ada kemajuan, tapi belum signifikan, jadi saya telepon langsung kontraktornya minta mereka kembali lagi untuk bertanggung jawab terhadap komitmennya sendiri” bebernya.

Kemudian, terkait progres proyek Dukcapil, bahwa informasi yang diterimanya dari kontraktor bahwa progres yang dicapainya saat ini sudah sesuai dengan perencanaan. Sehingga mereka optimistis, proyek tersebut dapat selesai sesuai target kontrak pada 25 Desember mendatang.

“Dari gambaran yang diberikan, semua bahan yang dibutuhkan untuk penyelesaian, sudah ada di lokasi tinggal pengerjaannya” ucapnya.

Termasuk, kata Ilham, pihak kontraktor proyek pembangunan kantor dinas Dukcapil tersebut juga telah menambah jumlah tukang serta jam kerjanya.

Tidak hanya meminta komitmen lara kontraktor, Inspektorat juga memberikan evaluasi terhadap para konsultan pengawas untuk bisa lebih profesional dan independen.

“Karena mereka orang profesional yang harus independen yang kita angkat untuk membantu teman-teman Dinas yang memiliki proyek pembangunan itu” tegas Inspektorat Lobar ini.

Termasuk juga independen dengan harus berani untuk mengatakan iya atau tidak terkait pengawasan progres pembangunan proyek Pemda tersebut.

Sehingga ketika para kontraktor proyek memberi laporan kepada inspektorat, di sana, inspektorat juga langsung meminta jawaban penilaian dari para konsultan pengawas. Serta meminta mereka untuk mengkroscek kesesuaian laporan dari pihak kontraktor dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kita langsung konfrontasikan dengan pandangan mereka masing-masing” tukasnya.