Tiga Tahun Pasca Gempa, Kondisi Bale Adat Masih Rusak

Rumah adat Sembalun Lawang yang belum direnovasi, Selasa (10/08/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Tiga tahun yang lalu tepatnya pada 2018 lalu, Pulau Lombok diguncang gempa besar beberapa kali. Akibatnya, salah satu ikon Kecamatan Sembalun yakni rumah adat mengalami kerusakan parah. Setelah tiga tahun gempa berlalu, rumah adat tersebut belum mendapatkan perbaikan.

Saat ini kondisi beberapa rumah adat yang terletak di Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun itu masih terbengkalai, setelah luluh lantah akibat gempa yang mengguncang Pulau Lombok.

“Sebenarnya pasca gempa sudah ada lirikan serius untuk renovasi, cuma sekarang semua anggaran kan dialihkan ke Covid,” ucap Ketua Pokdarwis Sembalun Lawang, Eko kepada Inside Lombok, Selasa (10/08/2021).

Dengan kendala yang terjadi, pihak Pokdarwis Sembalun Lawang belum mengetahui kapan perbaikan tersebut akan terealisasi. “Kita belum tau, karena terkendala sama Covid-19 saat ini,” katanya.

Disebutkan, tujuh unit rumah adat dan dua lumbung di komplek rumah adat Sembalun Lawang mengalami kerusakan. Untuk itu, Eko berharap kepada pemerintah agar segara melakukan renovasi. Pasalnya, sejak berkembangnya wisata di Sembalun Lawang tingkat kriminal atau kebiasaan buruk para pemuda dinilai semakin berkurang.

“Karena mereka ada kesibukan dan ikut andil dalam pengelolaan destinasi wisata yang ada dan rumah adat pada khusunya, sehingga tingkat kriminal berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lombok Timur (Lotim), Ahmad Dewanto Hadi sebelumnya mengatakan bahwa anggaran untuk kegiatan perbaikan rumah adat di-recofusing untuk penanganan Covid-19.

“Alokasi anggaran di Dikbud untuk kegiatan tersebut direfocusing untuk penanganan Covid 19 sehingga tertunda,” katanya melalui pesan whatsapp.