Tindakan Keji S Membunuh Rani

1872
Terduga pelaku S saat digelandang ke Mapolresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Puma Polresta Mataram berhasil mengamankan terduga pelaku kasus pembunuhan Haerani (29), perempuan asal Ampenan yang ditemukan meninggal di salah satu rumah di Gunungsari. Saat diinterogasi polisi, terduga pelaku berinisial S (41) pun mengungkapkan tindakan kejinya saat membunuh guru TK itu.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menerangkan dari hasil keterangan sementara S, ia mengakui telah melakukan tindak kekerasan terhadap korban. Antara lain dengan memukul bagian muka korban menggunakan tangan kiri, lalu menyeret korban ke kamar mandi dan kemudian membenturkan kepala korban ke tembok kamar mandi.

“Pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan, lantaran merasa sakit hati dengan korban karena diminta untuk cepat menikah,” jelas Astawa, dikutip dari pernyataan resminya.

Seperti diketahui, jenazah Rani awalnya ditemukan di dalam kamar mandi di BTN Citra Persada Medas pada 29 Juli, sekitar pukul 18.30 Wita. Saat ditemukan, jenazah didapati memiliki beberapa luka lebam yang diduga akibat penganiayaan.

Polisi pun memburu pelaku setelah menerima hasil autopsi terhadap mayat korban dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Diketahui, bagian luar tubuh korban terdapat memar yang diduga karena pukulan benda tumpul. Setelah memeriksa keterangan saksi dan rekaman CCTV di lokasi, terduga pelaku pun mengerucut pada S, yang kemudian diketahui telah melarikan diri ke luar daerah.

“Lewat hasil penyelidikan dan berbagai koordinasi kami menemukan lokasi keberadaan pelaku, sehingga tim Puma Polresta Mataram yang saya pimpin langsung menjemput dan mengamankan terduga di Ngawi (Jawa Timur),” ucap Astawa. Selanjutnya, S akan menjalani proses hukum sesuai yang berlaku. (r)