Trotoar Baru Selesai Ditata dengan Anggaran Rp1,6 Miliar di Senggigi Ini Longsor

Lombok Barat (Inside Lombok) – Trotoar di kawasan tanjakan cafe Alberto yang baru selesai ditata dengan anggaran Rp 1,6 miliar alami longsor. Hal itu diduga terjadi selain karena faktor cuaca, tetapi juga lantaran penataan trotoar yang ada di atas tebing pantai Senggigi itu tanpa melalui pertimbangan kemampuan tebing untuk menahan beban besi pengaman di kawasan itu.

“Yang jelas ini akibat beban, ini kan dengan beban yang baru (besi pembatas) dan trotoar yang baru selesai ditata, itu tidak diperkuat di bagian bawah, maka terjadi longsor” kata Bagian Perencana Balai Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional ( BP2JN) NTB, Gaguk Supriyatno, saat dimintai tanggapan di lokasi longsor, Sabtu (06/02/2021).

Saat ini, pihaknya akan melakukan penyelidikan tanah. Untuk kemudian dapat menentukan desain penanganan yang dapat diambil. Karena struktur tanah di kawasan itu, disebutnya lengkung dan berpasir.

Ia menyebut, bahwa tidak menutup kemungkinan longsor yang terjadi saat ini ada pengaruhnya dari penataan yang dilakukan Pemda Lobar, dalam hal ini Dispar Lobar untuk mempercantik dan merapikan kawasan wisata Senggigi.

“Sebelumnya kan tidak pernah ada apa-apa di kawasan ini, adanya penataan dari Dispar sebenarnya bagus sih, tapi konstruksi bawahnya ini harusnya dicek dulu” tegas dia.

“Ditambah dengan beban yang di atas tebing ini, berat sekali, hitungan saya cukup lumayan hampir 2 ton per meter panjang beban tambahannya” ungkap dia.

Termasuk yang mengalami ambles di spot Senggigi View. Sehingga akibat peristiwa ini, pihaknya akan melakukan evaluasi dan melakukan pengawasan di semua titik yang masuk dalam penataan Senggigi.

Kendati jalan tersebut termasuk jalan nasional, tetapi sebelumnya pihak Dispar Lobar telah meminta izin resmi untuk melakukan penataan. Namun, tidak disertai dengan penjelasan mengenai hal-hal teknis mengenai kekuatan talud yang ada di bawah tebing.

“Selama ini, kita tidak tahu persis ya, yang seharusnya diperkuat dulu baru ada penataan di atasnya” beber dia.

Sehingga harus dilakukan kajian secara menyeluruh untuk mengetahui bagaimana cara pengamanan dan solusi perbaikan. Pihaknya pun akan berdiskusi dulu dengan pihak yang mengerjakan fisik penataan tersebut.

Sementara itu, Kadispar Lobar, H. Saepul Akhkam, belum bisa memberikan banyak tanggapan terkait peristiwa itu. Hingga berita ini ditulis, Akhkam belum memberikan keterangan terkait longsor tersebut.

“Saya no komen dulu, kami koordinasi dulu karena kemarin sore tim Dispar bersama balai jalan ada di lokasi” terangnya, melalui pesan Whatsapp, kepada Inside Lombok.

Ia mengaku saat turun kemarin sore, kondisi di lokasi masih aman. Dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak balai jalan untuk membantu mengecek lokasi untuk penyusunan perencanaan komperhensif mereka.