Tunggu Realisasi Pemprov, Kota Mataram Siap Jadi Tuan Rumah Road Race

26
Walikota Mataram H. Mohan Roliskana. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Kota Mataram direncanakan menjadi salah satu tuan rumah event road race. Eks Bandara Selaparang pun dipilih menjadi lokasi balap tersebut, mengingat bandara itu belum dimanfaatkan maksimal.

“Di (eks bandara) Selaparang itu bukan MXGP. Itu yang pernah dibicarakan sama Pak Gubernur itu road race. Kalau MXGP tidak mungkin di Selaparang, rusak di sana itu. Yang pernah kita bicarakan itu, tapi nanti tidak tahun tindak lanjutnya,” kata Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana kepada media, Kamis (4/8) di Mataram.

Setelah pembicaraan awal dengan Gubernur NTB beberapa waktu lalu, Mohan mengaku belum membicarakan kembali rencana tersebut. Namun jika lokasi tersebut dinyatakan memenuhi syarat untuk event, maka Kota Mataram siap sebagai tuan rumah baik skala nasional maupun internasional.

“Kita dukung. Kalau nanti bagaimana soal teknisnya itu tentu Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu kan lahan milik PT. Angkasa Pura,” katanya.

Ia mengungkapkan, jika rencana untuk menjadikan Kota Mataram sebagai tuan rumah event balap motor terealisasi, pemerintah daerah menyambut baik. Karena di Provinsi NTB, sudah ada beberapa lokasi yang dijadikan sebagai lokasi event otomotif selain di Sirkuit Mandalika, juga sudah ada di Pulau Sumbawa.

“Kalau itu dikonkritkan atau ditindaklanjuti kita sangat bersyukur,” ujarnya. Pemkot Mataram akan menyiapkan anggaran untuk mensukseskannya, jika rencana itu benar-benar direalisasikan. “Tapi kan harus dipastikan dulu tentang rencana ini, supaya kita persiapkan itu,” katanya.

Selain direncanakan sebagai lokasi event otomotif, eks Bandara Selaparang juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi event-event yang lain. Sehingga lahan dan fasilitas yang ada saat ini bisa dimanfaatkan kembali dengan maksimal.

“Kemarin saya sudah bicara sama pak Danlanud, bahwa di sana disiapkan untuk aerosport. Itu kita pandang baguslah untuk menghidupkan kawasan itu,” ungkap Mohan.

Untuk pelaksanaan event-event olahraga di Eks Bandara Selaparang, cukup izin dari Angkatan Udara. Namun jika lahan tersebut digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi maka hal itu merupakan tanggung jawab PT. Angkasa Pura.

“Kita tidak ada masalah pada akhirnya misalnya bisa diberikan menyewa tempat di situ untuk menghidupkan UMKM dan menggelarkan ekonomi yang ada di Kawasan Udayana. Kita siap saja,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi eks Bandara Selaparang setelah tidak fungsikan lagi cukup memprihatinkan. Pasalnya, lokasi tersebut tidak dimanfaatkan apalagi perawatan. Sementara lokasi bandara berada di tengah kota. “Mempengaruhi estetika kawasan,” pungkasnya. (azm)