Wagub NTB Apresiasi Peran Besar Perempuan saat Pandemi Covid-19

38
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat menjadi pembicara kunci dalam webinar Menulis Esai Kiprah Kartini Perempuan Milenial yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Kamis 29/4/2021. (Inside Lombok/Diskominfotikntb).

Mataram (Inside Lombok) – Perempuan memiliki peran yang sangat besar selama pandemi Covid-19 berlangsung. Ketika tatanan hidup normal baru mulai diterapkan, hampir semua kegiatan dilakukan dari rumah. Oleh karenanya, posisi strategis perempuan dalam memberikan proteksi, edukasi, dan menjadi penenang keadaan tidak dapat disepelekan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Hj Sitti Rohmi Djalilah saat menjadi pembicara kunci pada kegiatan webinar dalam rangka memperingati Hari Kartini Nasional dan Hari Bumi, Rabu, 28 April 2021.

Mengangkat tema Perempuan Berkarya di Tengah Pandemi, webinar tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia, dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Perempuan punya peran besar dalam pandemi Covid-19 ini, memproteksi, mengedukasi, dan menenangkan keadaan,” katanya.

Menurutnya, peran perempuan sangat besar dalam melewati pandemi Covid-19. Perempuan dapat mengedukasi anggota keluarganya tentang penerapan 5M yang diantaranya memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Terdengar seperti sesuatu yang sederhana namun diperlukan edukasi yang konsisten dan hal tersebut dapat dilakukan oleh perempuan.

Sementara itu narasumber lainnya Ida Ayu Okta Suwati menjelaskan, perempuan dapat dengan mudah beradaptasi saat pandemi Covid-19 karena memiliki sifat yang fleksibel.

“Sifat perempuan mudah beradaptasi dan fleksibel. Pandemi harus kita lewati dengan berani seperti kata Ibu Wagub. Kita tangguh tapi kita butuh moment untuk tangguh,” jelas Dosen Teknik Sipil Universitas Mataram tersebut.

Keterampilan perempuan banyak yang lahir karena pandemi Covid-19. Dari mulai membantu melewati masa krisis masker, para perempuan menjahit masker dari rumah masing-masing. “Di belakang kita ada perempuan yang fleksibel dan mudah beradaptasi dalam melewati masa pandemi ini,” terangnya.