Wagub NTB Resmikan Desa Sugian Menjadi Desa Wisata

Lombok Timur (Inside Lombok) – Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Desa Sugian menjadi desa wisata. Wagub menetapkan desa tersebut menjadi desa wisata karena memilkki potensi yang baik.

Peresmian tersebut bertempat di Dusun Pekapuran Desa Sugian atau tepatnya di pinggir Pantai Tekalok. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dinas PUPR, Dispar Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Lotim dan OPD terkait.

Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi dalam sambutannya mengatakan, Desa Sugian ini merupakan salah satu serpihan surga yang ada di Lombok Timur (Lotim) dengan segala potensi yang dimilikinya. Baik itu wisata gili, wisata bukit, holtikultura, keindahan bawah laut, pantai, penangkaran ikan, dan masih banyak lagi potensi lainnya yang dapat ditemui di desa ini.

“Bahkan mangrove kita yang berada di dua gili tersebut yaitu Gili Sulat dan Gili Lawang menjadi mangrove terbaik di Indonesia bahkan dunia,” katanya, Senin (01/02/2021).

Pihaknya akan menata potensi alam dan destinasi yang ada di Desa Sugian agar nantinya pada pelaksanaan event MotoGP di Lombok Tengah bisa menjadi daftar kunjungan bagi para pelancong.

“Untuk itu kita meminta bantuan pemerintah agar mampu mengelola destinasi ini. Baik itu dari segi infrastruktur atau pembinaan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Rohmi mengatakan bahwa pihaknya telah melihat apa kekurangan dan kelebihan dari destinasi yang ada di Desa Wisata Sugian dengan beragam kekayaan alam yang dimilikinya.

“Segala perencaan sudah ada, tinggal dieksekusi. Namun kita kadang pintar dalam membuat rencana tapi lemah dalam eksekusi atau konsisten dalam mengerjakan sesuatu sehingga sulit tercapai,” jelasnya.

Dikatakan Wagub, keberhasilan suatu desa terletak pada masyarakat desa itu sendiri, dengan potensi yang luar biasa banyaknya di Desa Sugian ini diharapkan masyarakat bisa kompak, aman, dan saling mendukung antara masyarakat dan pemerintah desa setempat.

“Kita di Pemprov NTB hanya bisa melakukan promosi wisata, namun kita juga tidak bisa diam dalam memajukan destinasi. Ini juga merupakan tanggung jawab Dispar Kabupaten untuk masalah penataan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H Mugni mengatakan, Desa Sugian ini merupakan salah satu desa yang masuk dalam pembinaan provinsi. Sebanyak 99 desa wisata yang ada di NTB dan 18 diantaranya ada di Lotim termasuk Desa Sugian tersebut

“Kita akan lakukan penataan dan juga sudah melakukan pembinaan terhadap Pokdarwis Desa Sugian agar destinasi ini tetap terjaga,” ucapnya.

Selain itu, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Provinsi NTB, Ahlul Wakti mengatakan, pada desa wisata pihaknya lebih bergerak pada penguatan branding dengan mempercantik potensi wisata yang sudah ada. Baik itu potensi alam, bahari holtikultura, dan budaya yang ada di NTB.

“Seperti di Desa Sugian ini kita sudah menata destinasinya, baik itu dengan membuat gapura terlebih dahulu,” ujarnya.

Program yang dibawa pihaknya yaitu penataan desa wisata. Pada tahun 2020 sebanyak 20 desa wisata yang dilakukan penataan dengan bentuk yang bervariasi sesuai dengan kondisi wilayah desa wisata.

“Ciri khas desa wisata itu akan kita kembangkan sehingga memiliki potensi yang menjanjikan,” imbuhnya.