Wali Kota Mataram Lepas Penyu Penangkaran di Pantai Loang Baloq

Menunggu: Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh terlihat menunggu induk penyu dari penangkaran yang dilepaskan ke laut di Pantai Loang Baloq, Rabu (12/06/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Ada yang berbeda dari perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram tahun ini. Berpusat di dua titik utama, yaitu di Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama Kelompok Pelestari Penyu Mapak melepas ratusan ekor penyu sebagai tanda pelestarian salah satu satwa dilindungi tersebut.

Bertempat di Pantai Loang Baloq Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbele Mataram, Kelompok Pelestai Penyu dari Penangkaran Penyu di Pantai Mapak Indah melepas sekitar 300 ekor penyu hasil penangkaran. Hal itu untuk mengembalikan pesisir pantai di wilayah Kota Mataram sebagai habitat bagi penyu laut.

Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut melepas secara seimbolis dua ekor penyu indukan berusia 15 tahun. Di tepi Pantai Loang Baloq, Ahyar sendiri menyempatkan diri menunggui penyu-penyu tersebut hingga benar-benar berenang pergi dari pantai Loang Baloq.

Diterangkan Ahyar sendiri bahwa dirinya mengapresiasi langkah Pemerintah Kecamatan Sekarbela yang memutuskan merangkaikan perayaan Lebaran Topat 2019 dengan kegiatan pelepasan penyu. Hal itu disebutnya sebagai langkah pelestarian sekaligus komitmen Pemkot Mataram untuk menjaga ekosistem.

“Di lokasi ini (Pantai Loang Baloq, Red) memang jadi habitat penyu sejak dulu,” ujar Ahyar kepada awak media, Rabu (12/06/2019).

Ahyar sendiri menerangkan bahwa ada beberapa ahli dalam bidang pelestarian penyu yang turut berperan dalam penangkaran penyu di Kota Mataram selama ini. Pemkot Mataram sendiri telah meminta langsung para ahli tersebut untuk terus melakukan pengembangan budi daya penyu.

Kita dimintai komentar terkait kebiasaan masyarakat sekitar yang masih suka memburu dan mengkonsumsi telur penyu, Ahyar menegaskan bahwa Pemkot Mataram akan mengawasi hal tersebut, mengingat penyu merupakan salah satu hewan yang perlu dilestarikan.

“Hari ini kita mulai program pemerintah kota mataram untuk melestarikan penyu,” pungkas Ahyar.