Wali Kota: Mataram Zona Merah COVID-19

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sesuai melakukan rapat koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram. Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala

Mataram (Inside Lombok) – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyatakan dengan adanya dua pasien dalam pengawasan (PDP) dan satu PDP meninggal di Dasan AgungĀ  dinyatakan positif terjangkit corona virus disease (COVID-19), maka Kota Mataram masuk kategori zona merah.

“Adanya dua orang PDP dan satu meninggal dinyatakan positif COVID-19, maka Mataram masuk kategori zona merah,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Menurutnya, dua orang yang dinyatakan positif COVID-19, adalah LJ (44) asal Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang dan YT (46) asal Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela yang merupakan tamu dari daerah lain yang sedang berkunjung ke Kota Mataram dan saat ini masih dirawat di RSUP NTB.

Terkait dengan status zona merah tersebut, wali kota mengimbau kepada semua warga jika ada tamu dari luar silahkan melapor ke petugas, agar dapat dilakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol yang ada.

“Kalau tidak ada kepentingan mendsesak sebaiknya tidak masuk ke Mataram dulu,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Mataram yang juga menjadi Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, terus melakukan pemantauan dan pengamatan, pada dua kelurahan yang merupakan tempat tinggal warga positif COVID-19.

Tim dari Dinas Kesehatan juga telah mengambil langkah-langkah terhadap temuan positif didua lokasi dengan melakukan penyemperotan secara total, melacak warga yang pernah melakukan kontak fisik selama ini pasien positif.

“Siapapun yang pernah kontak dengan pasien postif harus dicari sampai diujungnya, dan langsung menjadi orang dalam pemantauan (ODP),” katanya.

Lebih jauh Wali Kota Mataram menyebutakan salah satu kelemahan dalam penanganna Covid-19 ini adalah, lambatnya hasil swab PDP. Sementara penyebaran COVID-19 sangat cepat.

“Dalam sehari, PDP bisa melakukan kontak dengan banyak orang. Kalau hasil swab bisa segera, kita juga bisa ambil langkah penanganan lebih cepa sehingga virus tidak menyebar,” katanya. (Ant)