Wali Kota Pantau Penerapan Protokol COVID-19 di RSUD Mataram

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (pakai rompi coklat) saat berkunjung ke RSUD Kota Mataram, Selasa (2/6/2020) Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala

Mataram (Inside Lombok) – Wali Kota Mataram Nusa Tenggara Barat H Ahyar Abduh berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat untuk memantau penerapan protokol COVID-19, sekaligus memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan yang banyak terpapar COVID-19.

“Saya ingin melihat secara langsung seperti apa protap pencegahan COVID-19 di RSUD Kota Mataram, sehingga banyak tenaga kesehatan kita yang terpapar,” katanya di sela melakukan pemantauan bersama sejumlah pejabat terkait lainnya di RSUD Kota Mataram di Mataram, Selasa.

Dari data RSUD Kota Mataram sampai hari ini jumlah tenaga kesehatan RSUD Kota Mataram yang terpapar COVID-19 sebanyak 39 orang, namun 50 persennya sudah dinyatakan sembuh.

Banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar tersebut membuat Wali Kota merasa prihatin, padahal setelah melakukan pemantauan dan pengecekan pada sejumlah titik pelayanan Ahyar Abduh menilai protokol yang ditetapkan pihak RSUD Kota Mataram sudah bagus.

“Semua tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan standar, petugas dan pengunjung juga menerapkan protokol COVID-19, dari baru masuk, loket pendaftaran dan pelayanan. Saya rasa semua yang datang ke RSUD sudah disiplin pencegahan COVID-19,” katanya.

Terkait dengan itu, Wali Kota Ahyar memprediksi bahwa puluhan tenaga kesehatan yang dinyatakan positif COVID-19 itu bisa saja terpapar dari lingkungan kerja atau di luar karena mobilitasnya yang sangat tinggi.

“Karenanya, rumah sakit sebagai lingkungan kerja harus tetap disterilkan,” katanya.

Kendati demikian, Wali Kota berharap semua tenaga kesehatan bisa tetap semangat dalam penanganan pasien baik pasien reguler maupun COVID-19, serta selalu waspada lengkapi diri dengan APD, tidak lengah karena mereka bersentuhan secara langsung dengan pasien sehingga rawan terpapar.

“Kalau sampai tenaga kesehatan kita ‘lumpuh’, akan seperti apa. Harapannya, tidak ada lagi tambahan tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19,” ujarnya.

Sementara, pemerintah akan terus berusaha memenuhi berbagai kebutuhan terutama untuk APD. Termasuk untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemberian insentif.

“Tenaga kesehatan sudah bekerja luar biasa karenanya kesejahteran mereka harus menjadi prioritas,” katanya.

Usai melakukan kunjungan ke RSUD Mataram, Wali Kota bersama rombongan melakukan pemantauan ke Lombok Epicentrum Mall, untuk melihat kondisi serta penerapan protokol COVID-19, yang dilaksanakan oleh pihak manajemen setempat. (Ant)