Walikota Mataram Minta Lurah Jadi Contoh Penerapan Prokes

Walikota Mataram H. Mohan Roliskana saat memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama camat dan lurah Kamis (12/8) (Inside Lombok/istimewa)

 

Mataram (Inside Lombok) – Untuk menekan laju penularan Covid-19 di Kota Mataram, Pemda memaksimalkan penanganan ditingkat kelurahan hingga lingkungan. Lurah diminta untuk memberikan contoh penerapan protokol kesehatan (prokes).

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, mengatakan saat ini Kota Mataram berada pada zona hijau penerapan protokol kesehatan. Berdasarkan data pemerintah pusat, penerapan protokol kesehatan di Kota Mataram sudah mencapai 90,36 persen.

“Dengan posisi itu, masyarakat kita sudah berada sangat baik dengan perilaku standar yang terjadi saat ini. Kita harus perkuat lagi,” ucapnya

Lurah lanjut walikota diminta untuk memaksimalkan kembali penanganan di tingkat kelurahan. Karena sudah ada alokasi anggaran sebesar Rp2 juta setiap bulan khusus untuk penanganan Covid-19.

“Karena kita basisnya kelurahan maka pemantauan saya minta di setiap lingkungan wilayah bapak dan ibu. Kecendrungan yang terjadi saat ini warga banyak yang takut dirawat di rumah sakit, sehingga mereka berinisiatif melakukan isolasi mandiri. Jangan sampai isolasi mandiri tidak terpantau dan masyarakat dibawa ke rumah sakit setelah dalam kondisi kritis,” katanya.

Selain itu, Lurah harus memberikan contoh terutama dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) salah satunya memakai masker. Sehingga diharapkan bisa menjadi teladan bagi warganya.

“Jika ada lurah yang sampai luput atau abai dengan tanggung jawab ini, saya akan berikan sanksi administrasi. Jangan sampai jabatan lurah turun jadi sekertaris lurah,” kata Mohan Roliskana .

Mohan mengharapkan agar semua pihak memiliki komitmen agar Kota Mataram bisa turun level hingga ke zona hijau. Bila perlu, di setiap pintu masuk setiap lingkungan ada sepanduk untuk mengajak masyarakat menggunakan masker saat keluar rumah.

“Nanti di spanduk itu redaksinya sederhana saja yaitu mengajak pakai maskar. Warga yang keluar pakai masker, kalau ada warga luar lingkungan tersebut masuk dipastikan pakai masker,” katanya.

Data Dinas Kesehatan Kota Mataram, menyebutkan, total pasien COVID-19 yang merupakan warga Kota Mataram dan di bawah pengawasan Dinkes Kota Mataram tercatat sebanyak 268 orang, dengan 188 pasien gejala sedang dan ringan yang melakukan isolasi mandiri di rumah pribadi.