Warga Binaan Lapas Selong Lepas Rindu dengan Keluarga Melalui Virtual

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pelayanan kunjungan di masa pandemi di Lapas Kelas IIB Selong masih tidak memberikan keluarga para warga binaan untuk bertemu secara tatap muka.

Untuk itu, pihak lapas membuat pelayanan secara virtual kepada warga binaan dan keluarganya.

Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Purniawal mengatakan, dalam melayani masyarakat untuk menemui keluarganya yang menjadi warga binaan, pihaknya membuat inovasi kunjungan secara virtual dengan menggunakan sambungan telepon video yang terdapat di fitur aplikasi WhatsApp.

“Pelayanan ini sudah kami lakukan sejak 2020 saat merebaknya Covid-19 di Indonesia, hal ini untuk menghindari sebaran virus,” ucapnya saat ditemui awak media, Jumat (09/04/2021).

Selain itu, operator kunjungan virtual Lapas Kelas IIB Selong, Elok Triya Agustina mengatakan bahwa layanan kunjungan virtual tersebut diberikan waktu selama 15 menit untuk masing-masing warga binaan untuk melepas rindu dengan keluarganya di rumah.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan yang lainnya untuk bertemu dengan keluarganya.

“Masing-masing kita berikan waktu 15 menit,” katanya.

Untuk mendapatkan layanan virtual itu sendiri, pihak keluarga dari warga binaan yang langsung mendaftarkan diri untuk bertemu dengan keluarganya melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor yang sudah diberikan oleh pihak lapas.

“Pihak keluarga yang langsung hubungi kita, setelah itu kita buatkan daftar antrean. Jika sudah waktunya kita panggil warga binaan itu,” jelasnya.

Adapun untuk waktu pelayanan virtual ini dibuka dari pukul 09.00 WITA sampai dengan pukul 12.00.

Jadwal pelayanan untuk warga binaan dan juga narapidana juga dipisahkan harinya. Warga binaan kategori tahanan hanya dapat mendapatkan pelayanan ini hanya pada hari Selasa dan Kamis, sedangkan warga binaan narapidana diberikan pada hari Senin, Rabu dan Sabtu.

Saparwadi, salah seorang warga binaan mengatakan dengan pelayanan berbasis virtual ini bisa membantu dirinya untuk melepas rindu dengan keluarga di rumah meskipun tidak senikmat bertemu langsung.

“Mau bagaimana lagi, daripada tidak bisa bertemu dengan keluarga,” tuturnya.