Warga Cemare Tagih Janji Pemda Perbaiki Jalan dan Jembatan Kayu yang Rusak

158
Kondisi jalan menuju destinasi wisata pantai Cemare, yang rusaknya semakin parah. Minggu (27/06/2021). (Inside Lombok/Istimewa).
IMG 20210628 WA0034
Kondisi jalan menuju destinasi wisata pantai Cemare, yang rusaknya semakin parah. Minggu (27/06/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Warga Lembar Selatan tagih janji Pemda Lobar untuk segera memperbaiki jalan yang menjadi akses satu-satunya menuju destinasi wisata pantai Cemare. Kondisinya kini berkubang, terlebih saat musim hujan.

“Selain akses jalan masuk menuju ke Cemare yang kondisinya makin parah dan semakin banyak dikeluhkan, kendalanya ya jembatan kayu ini juga” kata Kepala desa Lembar Selatan, H. Beny Basuki, saat ditemui di kantornya, Senin (28/06/2021).

Karena kondisi jembatan kayu yang ada di kawasan wisata itu pun memprihatinkan. Banyak bagian yang berlubang karena kayunya terlepas.

Sehingga Beny menilai keadaan itu justru kontradiktif dengan upaya pemerintah desa bersama pemerintah daerah Lombok Barat. Yang saat ini tengah berupaya mengembangkan wisata pantai yang ada di kawasan tersebut.

“Informasinya sih jembatan kayu ini paling cepat akan diperbaiki tahun ini. Tapi kami kurang tahu di dinas progresnya seperti apa, semoga bisa terealisasi secepatnya” ujar dia.

Namun, dirinya menyebut, untuk penanganan jembatan kayu itu saat ini belum ada kejelasan dari pihak Pemda. Padhal, lanjutnya, sekitar tahun 2019 silam Bupati sudah pernah turun langsung melihat kondisi jembatan kayu itu. Namun, di sisi lain, Pemda dalam hal ini juga diakuinya akan membantu pengembangan wisata itu dengan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Seperti gazebo, serta lapak pedagang.

“Jembatan itu kita belum tahu bagaimana kepastiannya, padhal desain jembatan itu sudah selesai” ungkap dia.

Namun, ketidakpastian itu dirasa lantaran banyak anggaran yang harus direfocusing untuk penanganan covid-19 ini. Termasuk ketidakmungkinan bila mengharapkan Dana Desa (DD) untuk menangani hal itu. Terlebih DD saat ini banyak dialihkan untuk pemberian BLT DD saat pandemi.

“Kami berharap semoga penanganan jalan dan jembatan kayu ini bisa dilaksanakan bersamaan” harapnya.

Sementara itu kepala dinas PUTR Lobar, Made Arthadana mengaku bahwa desain jembatan dan penanganan jalan sudah diselesaikan. Dan masuk dalam prioritas yang akan disegerakan. Namun saat ini, realisasi perbaikan itu harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran daerah.

“Penanganan kawasan Cemare akan kita lakukan menyeluruh, desainnya sudah ada. Tinggal menunggu kesiapan anggaran” tandasnya Made, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.