Warga NTB Diminta Patuhi Anjuran Pemerintah Dan Ulama Soal COVID-19

Pimpinan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pimpinan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, TGH Lalu Turmudzi Badaruddin meminta masyarakat NTB mematuhi imbauan pemerintah dan fatwa Majelis Ulama Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Hal ini sebagai salah satu upaya kita memutus mata rantai penyebaran Virus Corona Desease (COVID-19),” ujar Lalu Turmudzi di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, Rabu.

Tokoh agama NTB ini, menegaskan imbauan pemerintah dan fatwa MUI dalam upaya memutus mata rantai COVID-19 di antaranya, tidak melakukan jabat tangan, karena virus ini dapat menular melalui bersentuhan.

Selain itu, dianjurkan untuk selalu di rumah, melakukan aktivitas ibadah di rumah, khususnya di bulan Ramadhan ini.

Untuk itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama NTB ini meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan. Selalu mencuci tangan dengan sabun, dengan hand sanitizer dan tisu basah.

“Islam selalu menganjurkan kita untuk selalu bersih. Bahkan kita mencuci tangan minimal lima kali sehari dengan berwudu,” terang Turmudzi Badaruddin.

Menurutnya, kunci terhindar dari virus corona yang sedang mewabah saat ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan diri. Mulai dari kebersihan fisik dan kebersihan hati.

“Insya Allah kebersihan badan dan kebersihan hati, kita akan terhindar dari virus ini,” ucapnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat NTB, khususnya yang beragama Islam, untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk memperbanyak do’a, agar wabah virus corona ini segera berakhir.

“Mari kita perbanyak doa dan melakukan Qunut Nazilah setiap shalat waktu agar kita dijauhkan dari segala macam bala,” katanya. (Ant)