Warga NTB Keluhkan Menurunnya Pasokan Air Bersih dari PDAM

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gede Putu Ariadi. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah). 

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima puluhan pengaduan dari masyarakat mengenai menurunnya pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, I Gede Putu Ariadi di Mataram, Selasa, membenarkan puluhan pengaduan dari masyarakat itu terkait menurunnya pasokan air bersih dari PDAM.

“Ada 36 aduan yang disampaikan masyarakat kepada Gubernur NTB melalui aplikasi layanan NTB Care selama tiga pekan dibulan Agustus 2019 ini, terbanyak itu menyangkut persoalan krisis air bersih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, menurunnya pasokan air bersih dari PDAM tersebut terjadi sejumlah pemukiman warga. Penyebabnya, karena layanan air bersih pada pipa PDAM datangnya terbilang Senin-Kamis, sehingga PDAM di sejumlah daerah menjadi “kambing hitam” yang digugat warga untuk dipersalahkan.

“Kadang ada air bersih yang mengalir di waktu-waktu tertentu dan seringkali juga pipa PDAM ngadat ungkap warga dalam laporannya,” terang Ariadi.

Ia mencontohkan, di Kali Jangkuo Rungkang Kota Mataram, warga mengeluh karena air PDAM hanya menetes kecil ditengah malam, dan lebih sering mati. Juga di Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa terjadi keluhan yang serupa.

Bahkan, sejumlah warga di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara melaporkan pasokan air bersih ke desanya hingga saat ini belum pulih.

Hal itu akibat bencana gempa bumi yang meluluhlantahkan daerahnya, termasuk merusak instalasi air bersih, ditambah lagi datangnya kemarau panjang, membuat kesulitan air bersih masih harus dialami warga.

“Karena itu, warga berharap gubernur menegur pemerintah daerah dan pengelola PDAM,” ungkap Ariadi dari hasil keluhan warga yang disampaikan melalui aplikasi NTB Care.

Menurut Ariadi, terkait keluhan warga tersebut, pihak PDAM Giri Menang sudah memberikan tanggapannya. PDAM selalu merespon keluhan warga dan berusaha memberikan service terbaik bagi pelanggannya.

Namun terkait makin kecilnya debet air yang menetes di sejumlah pelanggan, khususnya pada lokasi dan waktu-waktu tertentu, PDAM sudah juga menjelaskan hal tersebut disebabkan karena musim kering yang berdampak pada menurunnya debit air pada sumber air PDAM.

“Warga diimbau agar menghemat air bersih dan juga menyediakan penampungan air pada saat air PDAM deras mengalir. Selain itu, Pemda melalui BPBD juga diimbau untuk mengaktifkan layanan mobil tangki air bersih untuk warga,” jelasnya. (Ant)