Warga Sekitar Kuta Mandalika Dilatih Menolong Orang Jatuh di Ketinggian

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebanyak 25 orang warga di sekitar Kuta Mandalika kecamatan Pujut mengikuti rapat koordinasi serta pelatihan teknis pertolongan di ketinggian.Pelatihan tersebut berlangsung selama lima hari mulai 7- 11 Juni 2021 di kawasan Kuta Mandalika.

Direktur Bina Potensi Badan Nasional dan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI,
Muchamad Hernanto usai pembukaan pelatihan tersebut mengatakan, potensi kecelakaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memang ada.

“Kita latih 25 orang ini untuk respon cepat. Kita sangat peduli untuk Mandalika yang jadi destinasi super prioritas. Pemerintah juga meminta kita untuk mendukung,”katanya.

Apalagi, KEK Mandalika sudah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas. Artinya, akan banyak wisatawan yang akan datang berkunjung. Dan potensi terjadinya kecelakaan pun akan semakin besar.

Sejauh ini, sudah ada unit siaga SAR Mataram yang berada di Kuta Mandalika untuk mempercepat pencarian dan pertolongan bagi korban kecelakaan. Akan tetapi, jumlah personelnya hanya enam orang. Sehingga diharapkan ada bantuan dari masyarakat yang dilatih tersebut

“Pelatihan ini memang hanya lima hari. Tapi ini kita berencana untuk berkelanjutan. Kita berikan ilmu dasar, pertolongan di ketinggian. Sehingga untuk menolong korban paling tidak bisa bantu,”ujarnya.

Kepala SAR Mataram Nanang Sigit menambahkan, ditetapkannya KEK Mandalika sebagai destinasi super prioritas tentunya harus didukung dengan kesiapsiagaan dalam menghadapai berbagai macam hal yang berpotensi membahayakan manusia.

“Bagaimana kita membuat mereka (wisatawan) ada kepercayaan sehingga mau ke Mandalika. Salah satunya adalah protokol savety,”katanya.

Apalagi, di wilayah bagian selatan banyak terjadi kecelakaan jatuh dari tebing. Sehingga dilakukan rapat koordinasi dan pelatihan. Dalam rapat koordinasi ini, dilakukan penyusunan rencana kontingensi untuk menyiapkan siapa berbuat apa dan akan disepakati.

“Sehingga nanti ketika terjadi sesuatu kita sudah tau siapa berbuat apa dan membantu pertolongan,”ujarnya.

Sementara latihan pertolongan orang yang jatuh dari ketinggian dilakukan karena sejauh ini sudah banyak warga yang jatuh dari ketinggian. Tercatat hingga saat ini jumlahnya sekitar 14 orang dari tahun 2020 hingga bulan Mei.

“Banyaknya kejadian itu. Potensi yang ada di sini kita latih bagaimana menolong orang yang jatuh dari ketinggian. Misalnya tidak ada akses di bawah, kita harus naikkan ke atas tebing, caranya kita latih teknisnya,”jelasnya.