Waspada Dampak Cuaca Ekstrem di Lima Kecamatan di Lombok Tengah

112
Ilustrasi cuaca ekstrem (Image source : MerahPutih)

Lombok Tengah (Inside Lombok) –  Masyarakat di Lombok tengah mulai melakukan beberapa langkah antisipasi untuk menghadapi potensi hujan intensitas tinggi disertai kilat dan angin kencang. Langkah antisipasi tersebut antara lain dilakukan dengan susur sungai untuk membersihkan sampah dan lumpur yang mengendap.

“Selain itu membersihkan lingkungan sekitar dan tempat tinggal menjadi langkah langkah yang dilakukan secara bersama sama,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, H. Ridwan Makruf, Selasa (2/11/2021) di Praya.

Menurutnya hal tersebut penting dilakukan, mengingat sistem drainase memiliki peran penting untuk kelancaran aliran air pada saat hujan turun. Selain itu, Ridwan mengimbau warga di sejumlah wilayah rawan bencana di Lombok Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan karena tingginya intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir.

Adapun titik rawan yang mendapat perhatian khusus pihaknya, seperti wilayah Kecamatan Praya Timur, Praya Barat Daya dan Kecamatan Pujut, dan rawan terjadi bencana tanah longsor di Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara.

“BPBD juga terus melakukan pemantauan di sebagian besar wilayah Lombok Tengah yang rawan bencana. Khususnya bencana banjir dengan melibatkan relawan desa dan segera melakukan evakuasi warga jika melihat tanda alam akan terjadinya bencana banjir,” imbuhnya.

Terutama pada wilayah pemukiman sempadan sungai, seperti bencana banjir yang melanda lima desa di Kecamatan Praya Timur pada 2020 lalu. Petugas Tim Reaksi Cepat TRC BPBD Lombok Tengah juga telah yang diinstruksikan untuk siaga memantau titik rawan bencana banjir.

“Hingga saat ini belum ada laporan kejadian bencana yang terjadi di sejumlah titik rawan bencana longsor, banjir atau pergerakan tanah itu,”ujarnya. (irs)