Wawali Mataram: Penataan Areal CFD Perlu Ketegasan

Dokumen - Aktivitas warga Kota Mataram setiap minggu dalam kegiatan "car free day" di Jalan Udayana. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Wakil Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, H Mohan Roliskana mengatakan, penataan areal “car free day” (CFD) memerlukan ketegasan agar kegiatan tersebut sesuai dengan konsep awal, harus steril dari kendaraan bermotor.

“Jadi kami bisa memaklumi sikap yang dilakukan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) HM Kemal Islam, apalagi petugas tersebut sudah berkali-kali ditegur dan diingatkan,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Pernyataan itu dikemukakanya menanggapi video viral Kadis Perkim Kota Mataram HM Kemal Islam mengusir staf petugas pelayanan samsat keliling Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, yang masuk ke areal CFD pada Minggu (20/10).

Ia mengatakan, apa yang dilakukan Kadis Perkim tersebut sebagai bentuk tanggungjawabnya dalam melaksanakan tugas, karena areal CFD menjadi kewenangannya.

Apalagi sudah ada instruksi tegas agar trotoar di sepanjang Jalan Udayana saat CFD khusus untuk pejalan kaki, tidak boleh digunakan untuk usaha dalam bentuk apapun.

“Semuanya sudah diberikan tempat jadi harus sama-sama memahami aturan agar CFD bisa dikembalikan sesuai dengan konsep awal,” katanya.

Di samping itu, lanjutnya, dari sisi kapasitas Jalan Udayana saat CFD sudah tidak memadai karena volume masyarakat yang memanfaatkan terus meningkat, tidak hanya warga kota namun dari luar kota pun banyak, sehingga jika ditambah ada pelayanan di badan jalan tentunya akan menghambat kegiatan tersebut.

“Terkait dengan itu, pemerintah kota berharap semua pihak terkait bisa memahami kondisi itu agar kita punya kesepahaman,” katanya.

Pada prinsipnya pemerintah kota mendukung kegiatan pelayanan samsat keliling dan kegiatan lainnya di CFD, namun harus tetap berkoordinasi dengan Disperkim selaku penanggung jawan teknis kegiatan CFD.

Dengan catatan, lokasi dan tempat yang akan ditertapkan akan dipertimbangkan dan tidak menggunakan bahu dan badan jalan serta trotoar. Karenanya, pemerintah kota akan memfasilitasi lokasi dan tempat pelayanan samsat keliling yang akan menggunakan kawasan CFD. (Ant)