Wisuda Poltekkes Kemenkes Mataram Patuhi Protokol Kesehatan

62
Wisudawan Poltekkes Kementerian Kesehatan Mataram menghadiri seremoni wisuda dan angkat sumpah ke-20 di Mataram, Selasa (26/10). (Inside Lombok/azmah)
IMG 20211027 WA0032
Wisudawan Poltekkes Kementerian Kesehatan Mataram menghadiri seremoni wisuda dan angkat sumpah ke-20 di Mataram, Selasa (26/10). (Inside Lombok/azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Mataram kembali menggelar wisuda dan angkat sumpah ke-20, Selasa (26/10). Jumlah mahasiswa yang diwisuda dan angkat sumpah sebanyak 344 orang lulusan.

Berdasarkan surat keputusan direktur Poltekkes Kemenkes Mataram nomor: PP.09.01/1.1/5301/2021 untuk gelombang kesatu dan surat keputusan direktur Poltekkes Kemenkes Mataram nomor: PP.09.01/1.1/7567/2021 gelombang kedua, mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 377 orang lulusan program studi diploma III jurusan keperawatan, kebidanan, gizi dan analis kesehatan. Sedangkan 386 orang lulusan lainnya dari program studi sarjana terapan jurusan jurusan keperawatan, kebidanan, gizi dan analis kesehatan Poltekkes Kemenkes Mataram.

Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram. H. Awan Darmawan, S.Pd., M.Kes dalam sambutannya mengatakan wisuda dan angkat sumpah ke-20 tahun 2021 digelar dengan standar protokol kesehatan yang cukup ketat. Di mana wisuda dan angkat sumpah dilakukan sebanyak dua sesi, yaitu pagi dan siang hari. Selain itu, untuk wisuda 736 lulusan tersebut dilakukan selama tiga hari. Dimana, pada hari pertama semua jurusan diwisuda sebanyak 30 orang perwakilan. Penerapan jaga jarak pada saat pelaksanaan wisuda dilakukan dengan maksimal.

Pada hari kedua pelaksanaan wisuda dan angkat sumpah tersebut, untuk 344 lulusan pada program studi D-III dan sarjana terapan untuk Jurusan Analis Kesehatan dan Keperawatan. Wisuda dan sumpah jabatan akan dilanjutkan kembali pada Kamis mendatang di Bima.

Ia mengatakan, saat ini perkembangan teknologi semakin pesat, sehingga menjadi tulang punggung konektivitas manusia. Era yang diwarnai dengan kecerdasan buatan, rekayasa genetika, teknologi nano dan inovasi. Dengan perubahan yang terjadi memiliki dampak terhadap segala bidang kehidupan manusia.

“Karena itu saya berpesan agar para wisudawan untuk terus meningkatkan kompetensi. Selain kalian meningkatkan kompetensi utama di bidang kesehatan, kalian juga harus memenuhi tuntutan abad ke-21 ini,” jelasnya.

Pada abad ke-21 ini, Poltekkes Mataram bertekad untuk meningkatkan layanan akademik. Karena pada revolusi 4.0 ini, akan mempengaruhi proses pendidikan yang sedang berjalan. Karena kedepan, proses pendidikan akan tergantung pada perkembangan teknologi yang terjadi.

“Untuk itu kami mengajak seluruh pimpinan segera merancang kebijakan-kebijakan yang mengarah kepada peningkatan proses pendidikan. Sehingga proses pendidikan yang ada di Poltekkes Mataram mampu menjawab perubahan dunia,” ujarnya.