Lombok Womanpreneur Club Berkreasi dalam The Gade Smart and Try

Founder Furoshiki Lombok sekaligus pemateri Succulent Pot Painting Workshop, Pika Meirina bersama 30 peserta dari Lombok Womanpreneur Club sembari memperlihatkan hasil lukisan pot bunga masing-masing di The Gade Coffee and Gold Ampenan, Rabu (20/11/2019). (Inside Lombok/Istimewa).

Mataram – Pegadaian Lombok adakan Workshop Succulent Pot Painting dalam acara The Gade Smart and Try yang digelar pada Rabu sore (20/11/2019) pukul 16.00 Wita. Acara tersebut berlangsung di The Gade Coffee and Gold Ampenan.

Materi Workshop Succulent Pot Painting ini disampaikan kembali oleh Founder Furoshiki Lombok, Pita Meirina. Sebanyak 30 peserta dari komunitas Lombok Womanpreneur Club mengikuti acara workshop tersebut.

Seperti pada kegiatan workshop sebelumnya, acara ini juga diselingi dengan penyampaian materi mengenai produk-produk Pegadaian beserta manfaatnya oleh Marketing Executive Pegadaian Lombok, Ardiman Febrianto.

“Di acara ini kami sebisa mungkin memberikan pemahaman dan mengajak peserta sebagai pengusaha muda untuk mulai investasi emas dengan menyisihkan sebagian pemasukannya, karena manfaatnya bagus untuk jangka panjang,” ujar Marketing Executive Pegadaian Lombok, Made Yoga Sukma, Rabu (20/11/2019).

Selain investasi emas, pihak Pegadaian juga mengenalkan Arisan Emas Pegadaian kepada peserta. Begitu pula pada produk Arrum Haji Pegadaian yang hanya dengan memiliki jaminan emas batangan 3,5 gram sudah bisa memperoleh nomor porsi haji.

Setelah memberikan penjelasan singkat dari Pegadaian, kegiatan dilanjutkan dengan melukis pot bunga oleh seluruh peserta yang hadir pada workshop tersebut. Kegiatan dipandu langsung oleh Pita, bahkan fasilitas alat dan bahan untuk melukis juga disediakan langsung oleh Pita sendiri.

“Succulent pot painting ini aktivitas workshop yang semua umur bisa ikuti. Ini pertama kalinya workshop bersama Lombok Womanpreneur Club dengan Pegadaian,” kata Pita.

Seusai menghias pot, peserta diarahkan untuk mengunggah hasil karya akun ke sosial media masing-masing. Kemudian setelahnya, Pita akan memilih hasil karya yang paling menarik di penghujung acara.

“Tujuan workshop ini banyak dilakukan untuk menjauhkan diri dari gadget. Mereka malah enjoy dengan kegiatannya jadi sampai lupa sama gadgetnya. Kalau pun pakai gadget biasanya untuk posting hasil karya ke akun sosial media mereka,” jelas Pita.

Pilihan tiga peserta terbaik mempresentasikan makna dari hiasan pot buatan sendiri. Ketiga juara mendapatkan bingkisan khusus dari Pegadaian. Sementara untuk juara pertama dengan hasil lukisan terbaik mendapatkan tambahan hadiah emas batangan seberat 1 gram.