NTB Terpilih Jadi Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah Indonesia

174
Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah/dok).

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia yang ke-7 tahun 2020.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo saat pembukaan ISEF tahun 2020 yang saksikan secara virtual oleh Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI, Iwan Kurniawan di Kantor BI wilayah NTB dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Jumat.

“Provinsi NTB terpilih sebagai tuan rumah sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival ekonomi syariah Indonesia tahun 2020,” kata Perry.

Perry mengatakan, penyelenggaran event ISEF kali ini mengangkat tema “Spirit, Sinergi Dalam Membangun Negeri”. Selain itu, rangkaian kegiatan ISEF 2020 akan diawali dengan pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah (FEsyar) di tiga wilayah di Indonesia. Wilayah tersebut yaitu di Pulau Sumatera, Jawa dan Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Direncanakan, penyelenggaraan ISEF 2020 akan dipusatkan Kawasan Indonesia Timur yaitu Provinsi NTB pada bulan Agustus dengan beberapa rangkaian acaranya seperti roadshow, seminar, pelatihan ekonomi syariah bagi UKM-UKM di NTB.

Ia menjelaskan, melalui ISEF akan mengakselerasikan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai kekuatan baru. Kekuatan itu tentu sangat didukung dengan digitalisasi yang berkembang saat ini. Membangun mata rantai ekonomi halal dengan terus meningkatkan ekonomi syariah. Peningkatan ekonomi syariah akan menyusuri semua sektor ekonomi, termasuk pertanian, fashion, pariwisata ramah muslim, UMKM syariah dan kemandirian ekonomi pesantren.

“Untuk itu, sinergi semua pihak menuju peradaban baru perkonomian syaraih yang diperkuat dengan digitalisasi,” ujarnya.

Perry menyampaikan, sebagai bentuk dukungan nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, Bank Indonesia telah merumuskan dalam 3 pilar strategis utama. Pertama, pemberdayaan dan penguatan ekonomi syariah melalui pengembangan rantai nilai halal dengan mengembangkan ekosistem dari berbagai tingkat bisnis syariah, termasuk pesantren, UKM, dan perusahaan dalam rantai hubungan bisnis untuk memperkuat struktur ekonomi yang inklusif. Program ini dilaksanakan di empat sektor utama, yaitu industri makanan halal dan halal, sektor pariwisata halal, sektor pertanian dan sektor energi terbarukan.

Kedua, pendalaman pasar keuangan syariah untuk mendukung pembiayaan syariah untuk meningkatkan efisiensi manajemen likuiditas pasar keuangan syariah. Ketiga, memperkuat penelitian, penilaian dan pendidikan ekonomi dan keuangan syariah untuk meningkatkan literasi publik mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

Ke depan, untuk meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah secara global dan nasional, diperlukan peran aktif semua pihak, baik pembuat kebijakan, pelaku ekonomi maupun dunia pendidikan. Bank Indonesia senantiasa mendorong koordinasi langkah-langkah untuk mensinergikan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Sementara itu melalui video testimoni, Wakil Presiden RI, KH Ma’aruf Amin mengatakan, festival ekonomi dan keuangan syariah merupakan kegiatan yang besar di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah, untuk mendorong pencapaian Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah dunia.

Visi pengembangan ekonomi syariah Indonesia, yang dimulai dengan penguatan institusi dan kelembagaan ekonomi syariah. penguatan kelembagaan akan dilakukan dengan memperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 91 tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah. Hal itu berhasil direalisasikan dengan terwujudnya Perpres Nomor 28 Tahun 2020 yang menggabungkan ekonomi dan keuangan syariah.

“Mudah-mudahan ISEF dapat mewujudkan ekonomi dan keuangan syariah bagi masyarakat Indonesia,” jelas KH Ma’aruf Amin

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, terpilihnya Provinsi NTB sebagai tuan rumah dalam ajang penyelenggaran Festival Ekonomi Syariah Indonesia memberi semangat baru dan kebanggaan bagi masyarakat dan daerah NTB, untuk terus memacu peningkatan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif.

“Mudah-mudahan dengan adanya event ini pengembangan ekonomi syariah dapat kita tingkatkan bersama. Sehingga suatu saat NTB bisa menjelma menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” jelas gubernur melalui video testimoni yang disusul dengan testimoni Gubernur Sumatera Barat dan Gubernur Jawa Timur. (Ant)