Pegadaian Ajak Ibu-ibu Milenial Investasi Emas Melalui The Gade Smart and Try

Komunitas ibu-ibu milenial (komite wali murid) memperlihatkan hasil karya hiasan telenan pada acara workshop di The Gade Coffee and Gold Ampenan, Sabtu (16/11/2019). (Inside Lombok/Istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – PT Pegadaian (Persero) sukses menggelar acara “The Gade Smart and Try” di The Gade Coffee and Gold Ampenan pada Sabtu sore (16/11/2019) pukul 15.30 sampai 18.00 WITA. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Ikatan Istri Karyawan Pegadaian (IIKP) se-Lombok, Ida Julianto dan 27 peserta dari Komunitas ibu-ibu milenial.

Kegiatan Smart and Try ini merupakan acara bulanan yang diadakan oleh PT Pegadaian (Persero) dan tema yang diusung untuk bulan ini yaitu tentang Industri Kreatif. Acara ini diawali dengan Workshop Produk Pegadaian mengenai investasi emas yang aman dan mudah oleh Marketing Executive Pegadaian Lombok, Ardiman Febrianto.

“Event Smart and Try ini kira-kira sudah diadakan sebanyak 7 acara, setiap bulan itu diadakan dua kali dengan tema yang berbeda-beda. Kebetulan untuk acara yang ketujuh ini temanya adalah Industri Kreatif, jadi Pegadaian menggandeng Furoshiki Lombok,” ujar Assistant Manager Chairunisa Dianing Tyas selaku PIC Acara, kepada Inside Lombok, Sabtu (16/10/2019).

Ia mengatakan event Smart and Try yang diadakan setiap bulan ini kerap mengundang sejumlah komunitas di Lombok sesuai dengan tema acara. Pada tema Industri Kreatif kali ini, Pegadaian dan Furoshiki Lombok mengundang Komunitas Komite Wali Murid.

“Untuk event ini kita sosialisasikan mengenai pentingnya investasi emas. Jadi kita kasih ilmu kepada ibu-ibu milenial yang hadir bagaimana cara investasi emas dan manfaatnya untuk ke depan,” lanjutnya.

Tak hanya mendapatkan edukasi mengenai fasilitas Pegadaian, para peserta yang turut hadir dalam workshop tersebut juga memperoleh produk berupa Tabungan Emas Pegadaian secara gratis. Chairunisa pun menambahkan untuk rencana selanjutnya, pihaknya akan mengadakan Arisan Emas Pegadaian bersama peserta yang hadir pada saat itu.

Selain memberikan edukasi mengenai produk Pegadaian, acara ini juga diadakan untuk memperkenalkan bahwa Pegadaian saat ini sudah bertranformasi di era milenial sehingga mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.

“Dulu orang mengira Pegadaian itu sebagai tempat untuk gadai saja, tapi sekarang di Pegadaian sudah bisa beli emas, nongkrong sambil ngopi juga bisa,” kata Chairunisa.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian DIY Workshop oleh Founder Furoshiki Lombok, Rr. Pita Meirina mengenai upcycle barang bekas yang mudah untuk dipakai ulang.

“Tujuan workshop ini untuk mengajak masyarakat supaya percaya diri dengan hasil kreativitasnya yang mengacu pada gaya hidup minimalis. Jadi tidak serta merta apa-apa harus beli, semasa bisa memanfaatkan barang bekas di rumah, dikreasikan saja barangnya,” jelas Pita.

Setelah penyampaian materi tersebut selesai, kegiatan menghias talenan langsung dilakukan oleh seluruh peserta workshop secara individual. Pita mengatakan untuk kegiatan workshop ini, ia memilih bahan sederhana bahkan sebisa mungkin yang bisa dipakai ulang.

“Di setiap workshop saya berusaha mengajak partisipan untuk menggunakan bahan-bahan bekas botol minuman, bunga kering, tapi bukan yang plastik,” terangnya.

Dalam kegiatan menghias talenan ini, bahan yang disiapkan antara lain berupa talenan, paku, dan benang. Bahan benang yang telah disiapkan juga sudah dipola sendiri oleh Pita dengan bentuk yang sederhana, sehingga peserta yang hadir hanya memainkan benangnya dan memaku benang yang sudah dipola tersebut.

“Peserta hanya cukup hadir saja. Untuk bahan-bahannya sudah saya sediakan sendiri. Jadi peserta tinggal langsung mencoba sendiri-sendiri setelah saya berikan contoh di awal,” pungkas Pita.