Kisah Naja, Hafiz 30 Juz Al-Quran Asal NTB Penderita Lumpuh Otak

    Muhammad Naja Hudia Afifurrohman atau yang lebih dikenal dengan sapaan Naja sedang membacakan ayat Al-Quran dalam program Hafiz Indonesia 2019 (Inside Lombok/Youtube Hafiz Indonesia)

    Mataram (Inside Lombok) – Nusa Tenggara Barat (NTB) perlu berbangga memiliki seorang anak laki-laki berusia sembilan (9) tahun yang telah menjadi Hafiz 30 Juz Al-Quran. Anak tersebut bernama Muhammad Naja Hudia Afifurrohman yang akrab disapa Naja, dan sedang mewakili NTB dalam ajang Hafiz Indonesia 2019 yang merupakan program di salah satu stasiun televisi nasional.

    Ada cerita menarik di balik gelar Naja sebagai Hafiz Al-Quran tersebut. Tidak seperti orang kebanyakan, sejak kecil Naja telah difonis oleh Dokter sebagai penderita kelumpuhan otak (cerebral palsy) dimana Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan di saraf motoriknya. Hal itu membuat Naja harus menghabiskan kesehariannya di atas kursi roda.

    Sepupu Naja, Fabyan Rizki Nauvaldy, menceritakan kepada Inside Lombok tentang kisah hidup Naja tersebut. Dimana Fabyan menerangkan bahwa kelumpuhan otak yang diderita oleh Naja baru diketahui setelah beberapa bulan kelahiran Naja. Naja sendiri memang dilahirkan secara premature. Namun hal tersebut tidak memutuskan semangat keluarga, khususnya keluarga Naja.

    Naja sendiri adalah anak dari Agusfian Hidayatullah dan Dahlia Andayani yang merupakan warga Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Sehari-hari ayah Naja berprofesi sebagai karyawan di salah satu Bank di Kota Mataram, sedangkan ibunya berprofesi sebagai Dosen di salah satu Universitas di Kota Mataram. Di tengah-tengah kesibukan kedua orang tuanya itu, Fabyan menerangkan bahwa ibu Naja selalu menyempatkan diri membacakan ataupun memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran kepada Naja.

    “Pertama ibunya dulu tahu anaknya punya memory (ingatan, Red) yang kuat pada umur 3.5 tahun. Karena setiap malam sebelum tidur dibacakan ayat kursi dan kecepatan mengingat ayat kursi diluar ingatan anak-anak pada umurannya,” ujar Fabyan kepada Inside Lombok, Kamis (16/05/2019).

    Walaupun begitu, Fabyan juga menceritakan bahwa Naja pada awalnya sempat kesusahan mencari sekolah karena beberapa sekolah tempatnya mendaftar menolak menerima Naja. Hal tersebut salah satunya karena keterbatasan fisik Naja yang dianggap akan mengganggu proses belajar siswa lain.

    “Karena keterbatasannya Naja, sekolah tahfidz pun yang sudah mengetes hafalan Naja tetap nolak karena takut mengganggu murid yang lain,” ujar Fabyan.

    Hal tersebut sempat membuat keluarga Naja kwalahan mencari sekolah untuk anaknya. Sampai kemudian salah satu sekolah di wilayah Jatisela, Gunungsari, Lombok Barat, yaitu Lenterahati Islamic Boarding School bersedia menerima Naja sebagai murid mereka.

    Setelah diterima di Lenterahati, salah seorang guru kemudian menyarankan kepada orangtau Naja agar memperdengarkan pembacaan Al-Quran kepada Naja. Hal tersebut karena kenyataannya sampai saat ini Naja menyandang status tuna aksara. Najam pun menghabiskan waktu 10 bulan untuk mendengarkan audio tersebut sampai kemudian berhasil menghafal keseluruhan 30 Juz Al-Quran.

    “Mulai bulan Maret 2018, sampai 10 bulan kedepannya Naja nyelesein (menyelesaikan, Red) hafalan 30 Juz (Al-Quran). Jadi jangka waktunya cuma 10 bulan,” ujar Fabyan.

    Mengetahui anaknya memiliki kelebihan tersebut, Ibu Naja berinisiatif mendaftarkan Naja untuk mengikuti program Hafiz Indonesia 2019. Setelah mendaftar, orangtua Naja memboyong anaknya ke Jakarta untuk mengikuti audisi program tersebut dan berhasil lolos ke babak selanjutnya.

    Ketika program tersebut disiarkan di televisi, Pemandu Acara, Irfan Hakim beserta para juri menyampaikan kekagumannya pada Naja yang telah menjadi Hafiz Al-Quran di umurnya yang masih sangat muda dengan seluruh keterbatasan fisiknya. Hal itu karena hafalan Naja bukan main-main, yaitu mampu menghafal sampai tingkat baris pada setiap halaman dalam Al-Quran.

    Pada salah satu video yang diunggah oleh akun Hafiz Indonesia di Youtube (https://www.youtube.com/watch?v=duA-T8sRq9I), Irfan Hakim beserta salah satu juri, Nabila Abdul Rahim Bayan, sempat mengetes hafalan Naja tersebut dengan meminta Naja menyambung ayat yang dibacakan Nabila serta membacakan ayat pada baris pertama halaman Al-Quran yang disebut oleh Irfan.

    Dalam video yang telah ditontong oleh lebih dari 3 juta orang tersebut Naja terlihat membacakan sambungan halaman yang tepat dan juga menebak ayat yang tepat dari baris pertama halaman 176 dalam Al-Quran, yaitu surah Al-A’raf dalam juz 9 Al-Quran. Hal itu pun sukses membuat juri dan para hadirin terkagum-kagum.

    Sampai saat ini Naja masih mengikuti rangkaian dari program Hafiz Indonesia 2019. Program tersebut sendiri memang merupakan program unggulan salah satu televisi nasional yang mempertemukan anak-anak penghafal Al-Quran dari seluruh penjuru Indonesia. Kali ini, NTB patut merasa bangga karena memiliki Naja sebagai wakilnya dalam program tersebut.