Niat Pergi Memancing, Anggota DPRD Lobar Dapati Penumpang Kapal Hendak Bunuh Diri

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kamis pagi itu lumayan cerah, tidak ada firasat apapun. Tarmizi, yang juga merupakan salah satu anggota DPRD Lombok Barat ini pun berangkat memancing bersama empat orang anggota komunitasnya. Mereka menuju ke kawasan perairan selat Lombok di wilayah Sekotong.

“Kita waktu itu kebetulan mancing di depannya Gili Renggit, Gili Pooh” katanya kepada Inside Lombok, Jum’at (22/01/2021).

Ia berangkat sekitar pukul 06.00 Wita pagi, kemudian hingga siang hari, ikan hasil pancingannya bersama teman-temannya tidak sebanyak biasanya. Sehingga ia memutuskan untuk berdiam lebih lama lagi di sana, menunggu hasil tangkapan bisa lebih banyak untuk dibawa pulang.

Namun, dia dan teman-temannya tiba-tiba mendengar suara teriakan seperti orang meminta tolong. Di mana awalnya itu dikira suara gaib atau pun suara orang dari daratan yang ada di Gili sekitar kawasan itu.

“Beberapa teman itu beranggapan jangan-jangan itu suara orang dari Pulau Lombok (daratan, read). Tapi karena jarak kita dengan pulau Lombok itu lumayan cukup jauh jadi sepertinya ndak mungkin suara sampai sana dan begitu jelas” tuturnya.

Ia dan teman-temannya akhirnya memutuskan untuk berhenti memancing dan mencari sumber suara tersebut karena beberapa kali terdengar. Setelah berdiskusi dan voting bersama teman-temannya di perahu, mereka pun menentukan arah mencari sumber suara itu berdasarkan arah yang paling banyak didengar. Karena kawasan tersebut pun menjadi daerah yang dilewati kapal feri yang menuju Bali.

“Karena lalu lintas kapal di kawasan itu sekitar 2 jam sekali, akhirnya saya mendorong teman-teman itu menghentikan mancingnya dan saya tanya mayoritas mendengar suara itu dari arah mana sampai akhirnya kami putuskan ke arah selatan” bebernya.

Setelah 10 menit mesin boat yang mereka tumpangi dihidupkan, ia meminta kapten boat untuk mematikan mesin untuk membuktikan suara tersebut apakah masih terdengar. Sontak mereka terkejut saat suara itu semakin jelas terdangar “tolooong”.

Hingga akhirnya, pada sekitar pukul 17.00 Wita sore itu, dari kejauhan terlihat seperti ada buah kelapa yang terapung namun ada tangan yang melambai-lambai ke atas meminta tolong.

“Akhirnya kami mendekati TKP dan orangnya bisa kita selamatkan walaupun sudah cukup lama mengambang kurang lebih dua jam” tuturnya.

Sembari memberi makan dan sarung untuk penghangat, mereka pun mencoba menanyakan pelan-pelan kenapa korban yang berinisial SA ini bisa berada di tengah laut. Namun, dari pengakuan korban, ia menyebut dirinya nekat menceburkan diri ke laut lantaran merasa depresi akibat persoalan di keluarganya.

“Dia berangkat ke Bali itu naik truk dan diam-diam naik kapal berdua bersama temannya tapi dia di tengah jalan tiba-tiba lompat. Tapi spirit kami lebih terdorong dari sisi kemanusiaan, bukan urusan kami dia persoalannya apa yang penting kita selamatkan dulu” ungkap Tarmizi.

Walaupun agenda mancingnya menjadi berantakan karena ia tak menyangka, bukan pulang membawa ikan. Namun menyelamatkan nyawa orang yang jauh lebih berharga daripada ikan.

“Karena kalau saja waktu itu kami tidak mempedulikan suara itu lalu pulang, kami takut bila setelah pulang ada berita orang menemukan mayat tanpa identitas di perairan itu lalu kami menyesal,” ucapnya.

Kabar itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumerta yang telah menerima laporan mengenai peristiwa itu. Di mana korban SA (31) itu merupakan warga dusun Sinar, desa Pengembur, kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

“Dari pengakuannya, SA ini ingin bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut. Namun akhirnya diselamatkan oleh orang-orang yang memancing ini dan pada saat itu korban sudah dalam keadaan kelelahan” kata dia.

Tim Polsek Sekotong pun langsung menghubungi keluarga korban. Dan diketahui korban ini ikut masuk ke dalam kapal yang akan menuju Bali sekitar pukul 15.00 Wita. Kemudian setelah 10 menit kapal berjalan, SA yang merupakan duda anak satu ini pun nekat menceburkan diri ke laut lantaran depresi karena persoalan keluarganya.