1.396 Nakes Lobar Sudah Terdata untuk Divaksin Sinovac

111
Kabid P3KL Dikes Lobar, H. Ahmad Taufik Fatoni, dalam rapat koordinasi Forkopimda, di ruang Jayengrana, kantor Bupati Lobar. Senin (04/01/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Jumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) di Lombok Barat yang telah terdata untuk divaksinasi sebanyak 1.396 orang yang akan didahulukan untuk tahap pertama. Kemungkinan besar akan dilaksanakan pada akhir Januari ini.

“Tapi data ini belum sampai discreening, karena nanti akan ada bagian-bagian yang dipilih lagi, mana yang boleh dan tidak boleh (divaksin, red)” beber, Kabid P3KL Dikes Lobar, Ahmad Taufik Fatoni, dalam rapat koordinasi dengan Forkopimda Lobar di ruang Jayengrana, Kantor Bupati Lobar, Senin (04/01/2021).

Untuk saat ini, diakuinya vaksin tersebut belum diterima oleh daerah. Tetapi dari kabar yang diterima, bahwa pada akhir Januari ini, para Nakes sudah disiapkan untuk vaksinasi.

Terkait izin, saat ini pun diakuinya vaksin sinovac yang masuk ke Indonesia memang belum mengantongi izin edar dari balai POM. Sehingga pihaknya belum bisa berkomentar lebih. Sembari menunggu keluarnya izin dari BPOM dan MUI.

“Berdasarkan surat edaran dari kemeterian, tahapan pertama yang akan divaksin adalah tenaga kesehatan, TNI-Polri, trus tenaga petugas pelayanan publik lainnya” papar dia.

Paling tidak kuartal pada tahap pertama itu, kata dia, tidak sampai bulan April. Baru kemudian, vaksinasi akan dilanjutkan untuk tokoh masyarakat dan agama, serta pelaku ekonomi strategis.

“Perangkat desa akan masuk tahap ke-dua, tahap ke-tiga baru masuk ke guru, tahap ke-empat baru masuk ke aparatur kementerian” imbuhnya.

Sehingga ketika ditotal dengan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang 260 juta, yang akan divaksin sekitar 181 juta masyarakat dari usia 18-59 tahun. Atau sebesar 60 persen masyarakat.

“Untuk di bawah 18 tahun tidak boleh dan untuk di atas 59 tahun juga tidak boleh untuk divaksin dengan sinovac” jelas dia.

Di mana dari total itu, akan dikurangi oleh kelompok yang tidak akan divaksin, seperti orang yang sudah terpapar covid, ibu hamil, komorbid yang tidak terkontrol (Diabetes, hipertensi atau ginjal).

“Untuk Lombok Barat, belum kita data berapa jumlah yang akan kita vaksin” tandas Kabid P3KL Dikes Lobar ini.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid pun, secara personal mengaku siap untuk vaksinasi jika nanti izin edar dari BPOM dan MUI sudah keluar.

“Secara pribadi saya percaya dan saya juga siap untuk vaksinasi. Jangankan Pemda, Kalau Kemenkes sudah oke, BPOM oke, MUI oke, ya sudah” ujarnya, saat dimintai keterangan.

Karena imbuhnya, ini demi sama-sama saling menjaga dari bahayanya virus covid-19 tersebut.